Itinerary Keliling Cirebon Naik Angkutan Umum (Angkot)

Wisata Cirebon, Itinerary Keliling Kota Udang Naik Angkutan Umum (Angkot)

Cirebon, kota ini sejak tahun 2012 lalu kerap saya kunjungi. Bermula dari keisengan saya untuk mengisi akhir pekan, maunya pergi ke satu tempat yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, selain Bandung. Biasanya dulu alternatif untuk liburan di akhir pekan, saya dan teman-teman selalu langsung memilih Bandung sebagai tujuan utama. Dan setelah pertama kali saya mencoba jelajahi Cirebon, jadi banyak teman saya yang selalu mengajak dan minta ditemani jalan-jalan ke Kota Udang ini.

Cirebon, kota ini sejak tahun 2012 lalu kerap saya kunjungi. Bermula dari keisen

Salah satu alasan saya kenapa suka jalan ke Cirebon, adalah karena kota kecil ini tidak terlalu macet dan kemana-mana mudah serta murah meriah bisa naik angkutan umum (angkot), tarif sekali jalan hanya Rp3.000 saja. Nah, kalau kamu berminat untuk menjelajahi Cirebon seharian, atau istilah kerennya one day trip dengan menggunakan angkot, berikut itinerary-nya.

06.00 – 08.45 : Perjalanan Jakarta – Cirebon
Kereta Cirebon Express dari Stasiun Gambir (GMR)ke Stasiun Cirebon (CN). Harga tiket Rp120.000 – Rp200.000 (Eksekutif) dan Rp100.000 – Rp165.000 (Bisnis). Di seputar stasiun Cirebon banyak spot menarik untuk foto, terutama di bagian depan stasiun, dimana bangunan ini memiliki arsitektur yang cantik, berdiri sejak tahun 1911.

09.15 – 10.00 : Empal Gentong Krucuk
Bisa coba kuliner khas Cirebon ini, Empal Gentong. Lokasinya di Jalan Slamet Riyadi No. 1, samping Bank BTN. Dulunya lokasi ini adalah tempat Empal Gentong Mang Darma yang asli (karena di Cirebon banyak sekali tempat Empal Gentong yang memakai nama Mang Darma, atau mengaku sebagai cabang Mang Darma). Sekarang Mang Darma asli telah pindah ke Jalan Diponegoro, Cirebon.

Bisa coba kuliner khas Cirebon ini, Empal Gentong. Lokasinya di Jalan Slamet Riy

Bisa coba kuliner khas Cirebon ini, Empal Gentong. Lokasinya di Jalan Slamet Riyadi No. 1, samping Bank BTN. Dulunya lokasi ini adalah tempat Empal Gentong Mang Darma yang asli (karena di Cirebon banyak sekali tempat Empal Gentong yang memakai nama Mang Darma, atau mengaku sebagai cabang Mang Darma). Sekarang Mang Darma asli telah pindah ke Jalan Diponegoro, Cirebon.

Tapi karena tempat Empal Gentong ini yang paling gampang dicapai dari Stasiun Cirebon. Tinggal naik angkot D5, dan turun samping Bank BTN.
Alamat: Jln. Slamet Riyadi No. 1
Tel: 081804644091 / 081313263591

10.30 – 11.30 : Daerah Pecinan Cirebon
Cirebon juga punya daerah Pecinan alias Chinatown, yaitu di Jalan Lemahwungkuk. Di daerah ini ada Pasar Kanoman, yang tidak jauh dengan Keraton Kanoman dan Keraton Kasepuhan, dua objek wisata terpenting di Cirebon.

Di seberang toko itu, di ujung pertigaan ada gerai yang menjual semacam pepes, a
(Cicipi pepes telur ikan di tempat ini! Yummy!)

Untuk menuju ke Pecinan atau keraton, tinggal menyeberang jalan dari tempat Empal Gentong krucuk dan naik angkot D4, dan bilang turun di Hanoman atau Jalan Lemahwungkuk. Perjalanan sekitar 20 menit. Di daerah Pecinan banyak sekali tempat jajan dan oleh-oleh Cirebon yang bisa kamu dapatkan, diantaranya adalah Toko Manisan Sinta. Di seberang toko itu, di ujung pertigaan ada gerai yang menjual semacam pepes, ada jamur, telor ikan atau rajungan. Must try! Wajib dicoba, pepesan yang dipanggang ini bungkusnya seperti otak-otak dan rasanya luar biasa enak!

Dari pertigaan di daerah Pecinan ini kamu bisa jalan kaki menyusuri sisi Pasar K

11.30 – 12.30 : Keraton Kanoman
Dari pertigaan di daerah Pecinan ini kamu bisa jalan kaki menyusuri sisi Pasar Kanoman, dan di jalan pertama sebelah kiri, tinggal belok untuk menuju ke Keraton Kanoman. Di Keraton yang berdiri sejak tahun 1678, tidak ada tiket masuk. Kamu hanya harus membayar Rp7.000 untuk masuk ke Gedung Pusaka Keraton Kanoman, dimana di dalamnya terdapat Kereta Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana. Area dalam Keraton Kanoman juga terbuka untuk umum, pemandu kami membawa kami masuk untuk melihat ruang singgasana sultan juga.

Dari pertigaan di daerah Pecinan ini kamu bisa jalan kaki menyusuri sisi Pasar K
(Duplikat Kereta Paksi Naga Liman sedang disiapkan untuk satu acara)

Di bagian belakang keraton terdapat berbagai sumur yang bisa kamu kunjungi. Berkeliling di keraton dan mendengarkan sejarahnya dari pemandu yang merupakan abdi dalem Keraton memerlukan waktu sekitar satu jam.

12.45 – 13.45 : Masjid Sang Cipta Rasa
Tidak jauh dari Keraton Kanoman, terdapat sebuah masjid yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi perkembangan Islam di Cirebon, yaitu Masjid Sang Cipta Rasa. Bersebelahan dengan Alun-Alun Kasepuhan, masjid yang bagian luarnya berdinding bata dan di cat merah ini dapat memberikan keteduhan di siang yang panas di kota Cirebon.

Tidak jauh dari Keraton Kanoman, terdapat sebuah masjid yang memiliki nilai seja

Ruang utama masjid yang berada di tengah-tengahnya memiliki pintu yang berukuran kecil, tidak lazimnya pintu biasa. Filosofi dari pintu ini, karena ukurannya yang tidak besar dan tidak tinggi, kita harus menunduk untuk memasukinya, bukan hanya rakyat biasa saja yang harus menunduk, sultan pun harus menunduk jika memasuki rumah Allah.
Setelah sholat, sambil beristirahat dan berteduh, kami menghabiskan waktu sekitar satu jam tidur-tiduran di pendopo masjid yang luas ini, baru melanjutkan perjalanan ke Keraton Kasepuhan.

14.00 – 15.30 : Keraton Kasepuhan
Dalam kunjungan ke Cirebon kali ini saya dan teman-teman memang tidak berminat belanja batik, hanya berkunjung ke situs-situs bersejarah kota ini. Dan untuk melengkapinya, wajib untuk datang ke Keraton Kasepuhan, yang merupakan keraton terbesar di kota ini. Lokasi keraton berada tidak jauh dari Masjid Sang Cipta Rasa. Pintu masuknya yang tadinya ada di bagian tengah, kini telah berpindah ke bagian samping halaman depan keraton. Loket tempat membeli karcis ada di bagian kiri sebelum gerbang masuk. Dan harga tiket masuk pun sudah naik tarifnya, kini di hari biasa untuk dewasa Rp15.000 dan di akhir minggu Rp20.000.

Kenaikan harga tiket masuk ke keraton ini menurut saya wajar sekali, karena perubahan dalam hal perawatan dan kebersihan keraton sangat nampak. Berbeda sekali saat tahun-tahun sebelumnya saya kesini, dimana terlihat kurang terawat. Ruang Museum Benda Kuno, terlihat lebih bersih dan terawat menyimpan benda-benda pusaka keraton ini. Dan yang menjadi daya tarik utama keraton adalah kereta Singa Barong.

Tidak seperti di Keraton Kanoman, ruang singgasana sultan tidak dapat kita masukin di keraton ini. Dan di bagian belakang keraton juga terdapat sumber mata air yang tidak pernah kering. Konon air tersebut bukan air tanah biasa, tapi merupakan air mineral. Kita bisa cuci muka dengan air tersebut, segar rasanya membasuh muka setelah seharian jalan-jalan di kota Cirebon yang cukup terik ini.

16.00 – 16.45 : Nasi Jamblang Bu Nur
Tidak terasa hari telah menjelang sore dan perut mulai terasa lapar minta diisi. Pastinya mumpung di Cirebon lebih seru kalau berburu makanan khasnya. Setelah tadi pagi mencoba Empal Gentong, sore ini kami ingin mencicipi Nasi Jamblang. Ada dua tempat Nasi Jamblang yang populer, yaitu Mang Dul dan Bu Nur.

Karena saat sore Nasi Jamblang Mang Dul yang lokasinya berada di seberang Grage Mall, kita akhirnya memutuskan untuk ke Nasi Jamblang Bu Nur, yang ada di Jalan Cangkring II No. 34 (masuk dari Jalan Raya Tentara Pelajar). Kalau dari Keraton Kasepuhan, tinggal jalan kaki melewati Masjid Sang Cipta Rasa, sampai ketemu jalan raya, kita menyeberang dan tunggu angkot D5 atau 05. Jangan lupa bilang mau turun di Jalan Cangkring.

17.00 – 18.00 : Grage Mall dan Baraja Coffee
Sambil menunggu kereta untuk pulang kembali ke Jakarta, kamu bisa menghabiskan waktu di salah satu kafe atau tempat minum di Grage Mall. Untuk ke Grage Mall bisa naik becak dari Nasi Jamblang bu Nur atau naik angkot D5 atau 05 menuju ke depan Grage Mall. Kalau mau suasana yang berbeda, di seberang Grage Mall, di Jalan Raya Tentara Pelajar, depan Hotel Grand Tryas, bisa menikmati kopi di satu coffee shop yang seru, yaitu Baraja Coffee yang buka 24 jam.

Baraja Coffee
Alamat: Jalan Tentara Pelajar 17, Cirebon
Tel: 0231 9119922

*** Oh ya, kalau memang masih ada waktu dan ingin melanjutkan ke pusat Batik Trusmi, dari seberang Grage Mall (depan Baraja Coffee), kamu bisa tunggu angkot GP (kode GP) untuk ke Trusmi.

18.15 : Stasiun Cirebon (Perjalanan kembali ke Jakarta)
Sampailah pada akhir perjalanan ke Cirebon kali ini. Untuk menuju ke Stasiun Cirebon dari Grage Mall atau Baraja Coffee, tinggal naik angkot D6 dari depan tempat ini dan turun langsung di depan stasiun kereta Cirebon.

Wisata ke Cirebon, dan keliling kotanya naik angkutan umum (angkot) tidaklah susah. Jika ingin liburan seru dan murah-meriah, Cirebon bisa salah satu destinasi kamu. Selamat rencanain jalan-jalannya ya!

One comment

  1. wahh jd kangen cirebon. waktu itu saya ke cirebon cuma ke goa sunyaragi , keraton kesepuhan , sama wiskul ke nasi jamblang haha. artikelnya bagus mass , jd kangen ke cirebon lg. sukses teruss ya
    kalo misalnya mau nyari info tmpt wisata coba aja liat di Pariwisata Seru siapa tau bermanfaat

Leave a Reply