Wisata Yordania, Ke Wadi Rum Bikin Lupa Masih Di Bumi!

by Awan Yulianto, Travel Blogger Indonesia
Booking agoda tanpa kartu kredit? Klik disini

Ke Wadi Rum? Wow… langsung yang muncul di kepala saya adalah gambaran si planet merah, Mars! Yay! Kita bakalan singgah ke tempat shooting film “The Martian” nih! Film tentang seorang astronot yang disangka sudah meninggal dan ketinggalan di Planet Mars. Film keluaran tahun 2015 yang dibintangin Matt Damon ini langsung ‘terputar’ lagi di memori saya… Ngga kebayang, bakalan nginjakin kaki di Wadi Rum! Penasaran banget sama gimana pemandangan aslinya disana…

(Kata ‘Wadi’ artinya lembah, sementara ‘Rum’ artinya tinggi atau menanjak)

Kalo ditanya excited ngga mau ke Wadi Rum? Jawaban saya, iya! Very very excited! Karena selain Wadi Rum langganan jadi lokasi shooting film-film Hollywood dari tahun 1960-an (film “Lawrence of Arabia” yang dapet 7 piala Oscar), lembah dengan padang pasir dan bukit-bukit batunya yang unik ini sejak tahun 2011 merupakan salah satu dari 5 tempat di Yordania yang masuk ke list UNESCO World Heritage. Kalau traveling saya emang hobi banget cari tempat-tempat yang masuk ke daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, karena pengen langsung lihat situs bersejarah itu dan pastinya keren untuk difoto.

(Wadi Rum – salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO di Yordania)

Perjalanan saya ke Yordania ini adalah atas undangan dari Kedutaan Besar Kerajaan Yordania di Jakarta dan Jordan Tourism Board yang setiap tahunnya mengundang media TV, cetak, elektronik dan blogger dari Indonesia untuk datang berkunjung ke negara ini dan merasakan langsung pengalaman mengunjungi tempat-tempat wisata dan berbagai situs penting lainnya. Selain Petra dan Laut Mati (Dead Sea), Wadi Rum jadi salah satu tempat yang paling banyak ingin dikunjungi para wisatawan yang datang ke Yordania.

(Batu-batuannya mirip dengan pemandangan di planet Mars)

Kami sampai di gurun seluas 720 km2 ini setelah menempuh perjalanan satu jam lebih dari Petra. Kata ‘Wadi’ artinya lembah, sementara ‘Rum’ artinya tinggi atau menanjak. Memang selain hamparan gurun pasir, lembah ini juga dipenuhi bukit-bukit batu yang menjulang dengan nuansa perpaduan warna merah, oranye dan kuning. Kalau difoto dari jauh, kelihatannya seperti menumpuk dengan gradasi warna yang berbeda, mungkin mirip dengan pemandangan di planet Mars. Yang pasti… indah banget!

(Yoga di Mars… eh, di Wadi Rum deh! Itu ada untanya…)

Makanya ngga heran kalau Wadi Rum yang dapat julukan ‘The Valley of the Moon’ ini juga laris jadi lokasi syuting film-film bertema planet lain. Selain “The Martian”, tempat ini juga pernah jadi lokasi shooting film “Red Planet” (tahun 2000 – juga tentang Mars), “The Last Day On Mars” (tahun 2013) dan “Prometheus” (tahun 2012 – yang juga disutradarai oleh Ridley Scott, sutradara “The Martian”).

(Ikutan jeep tour, satu kegiatan wajib kalo datang ke Wadi Rum)

Beruntung sekali kami datang saat musim dingin di Yordania, jadi panasnya gurun ngga terlalu menggigit. Keseruan di Wadi Rum ngga cuma acara foto-fotonya aja, tapi kami juga dapat kesempatan untuk ikut jeep tour. Walau di dalam kendaraan ini ada tempat untuk duduk, tapi lebih seru kalo duduk di bak belakang dong! Wah, keren banget pemandangannya! Saya ngga habis-habisnya nikmatin gradasi warna dari bukit-bukit yang memantulkan warna indah ini. Beneran berasa seperti ada di dunia lain. Tapi bukan ‘Dunia Lain’ yang acara penampakan di TV Indonesia ya… hehehe.

(Sibuk cari spot foto kece di Wadi Rum. Wah, ada modelnya nih!)

Kami sempat berhenti di beberapa spot untuk ambil gambar dan foto, selain di hamparan gurun pasir, di Wadi Rum juga banyak terdapat camp-camp masyarakat Bedouin yang memang tinggal di sini. Mereka memang hidup berpindah-pindah di tenda-tenda. Kami sempat singgah di satu camp yang berada diantara tebing tinggi, dimana ada semacam monumen Lawrence of Arabia, yang dipahat pada sebuah batu. Walau tidak sempat bermalam di wadi Rum, tapi bersyukur juga bisa melihat langsung kehidupan suku Bedouin dan merasakan teh-nya yang enak. Setelah kawan-kawan dari NET TV selesai shooting di camp tersebut yang juga menjual cenderamata.

(Salah satu camp masyarakat Bedouin di kawasan Wadi Rum)
(Di salah satu bukit terdapat pahatan gambar Lawrence of Arabia)

Di camp lainnya kita juga bisa singgah dan naik unta. Seru banget ya naik di punduknya dan berjalan menyusuri gurun pasir sambil menikmati matahari tenggelam. Apalagi kalau sama pasangan! Eh… jadi ngayal deh! Hehehe… iya, nanti lain kali kalo balik ke Wadi Rum lagi sama pasangan. Dan sekalian mau ngerasain nginap di gurun ini. Katanya sih kereennn bangeettt… ngeettt! Malam hari kita bisa lihat bintang-bintang yang ngga kehitung jumlahnya, bertebaran di langit yang cerah bebas polusi. Cuma karena kami datang di musim dingin, jadi akhirnya dari pihak Jordan Tourism Board memutuskan untuk menginap di tempat lain karena suhu udara di malam hari pastinya drop dan dingin banget.

(Ruang duduk di dalam tenda dengan kain khas Yordania, bagus ya!)

Tapi walau ngga sempat nginap, di akhir kunjungan kami ke Wadi Rum sempat singgah ke salah satu camp tempat penyewaan jeep yang juga punya beberapa tenda untuk disewa. Suasana kamarnya udah kaya di hotel, dengan tempat tidur yang nyaman. Jadi bukan tenda camping ala-ala dan tidurnya pake sleeping bag 🙂 Dan kagetnya lagi waktu saya numpang ke kamar mandi. Terus terang kepikiran juga, gimana ya bentuk toiletnya kalo di tengah gurun seperti ini?! Ternyata begitu masuk, waahhh… langsung betah kaya di rumah! Toiletnya modern dengan WC duduk di kamar mandi yang berkeramik, lengkap dengan shower. Wah, kalo kaya gini sih bakalan betah-betah aja nginep di gurun. Hehehe…

(Mau cobain nginap di desert camp di Wadi Rum? Seru lho…)

Yang pasti berkunjung ke Wadi Rum jadi salah satu pengalaman yang ngga akan saya lupakan seumur hidup! Seru banget lihat pemandangannya dan juga ngerasain ikutan jeep tour-nya. Kalo ditanya apa mau balik lagi? Pastinya dong! Mudah-mudahan lain kali kalo ke Yordania bisa mampir lagi ke tempat ini, ngerasain pengalaman nginap di desert camp, cicipin makanan tradisional suku Bedouin, minum tehnya yang enak, dan malamnya rebahan di hamparan pasir nikmatin ratusan juta bintang yang menggantung di atas sana. Hemm… semoga bisa segera kembali! Dan buat kamu yang punya rencana jalan-jalan ke Yordania, singgah dan nginap di sini deh. Mau berasa lupa kalo masih ada di bumi? Cukup ke Wadi Rum, ngga perlu ke Mars!

Follow Line@ @travelawan ( termasuk @ ) untuk update harga tiket promo, hotel dan tour!

Tinggalkan Komentar