Krabi, Sebuah Surga Tersembunyi di Thailand

by Awan Yulianto, Travel Blogger Indonesia

“Where in the world is Krabi?”
Mungkin itu adalah kalimat pertama yang Anda lontarkan saat mendengar tempat bernama Krabi. Pertama kali penasaran untuk tahu lebih banyak tentang propinsi yang berada di kawasan Laut Andaman, Thailand ini adalah pada saat saya sedang menunggu penerbangan ke Phuket di bandar udara Bangkok, kebetulan saat itu berada di satu ruang tunggu dengan para penumpang tujuan Krabi. Setelah berbincang dengan salah seorang wisatawan yang akan berlibur ke Krabi dan mendapat informasi menarik tentang tempat ini, akhirnya saya dan beberapa teman merencanakan pada liburan berikutnya untuk pergi menjelajahi Krabi.

Krabi memang agak terselubung dengan kepopuleran kota tetangganya, Phuket. Setidaknya kalimat “Where in the world is Krabi?” sempat meluncur dari mulut teman saya ketika mengatakan akan berkunjung kesini. Setelah tahu kalau lokasinya berdekatan dengan Phi Phi Island, baru terucap kata “Oh…”.

Krabi, Sebuah Surga Tersembunyi di Thailand

Krabi berjarak sekitar 800 km dari Bangkok, dapat dicapai melalui jalan darat dengan waktu tempuh sekitar 12 jam atau dengan maskapai penerbangan Thai Airways dan Bangkok Airways dari Bangkok, AirAsia dari Kuala Lumpur atau Bangkok, sementara jika dari Singapura Anda dapat menggunakan Tiger Airways. Saya memilih untuk terbang melalui Bangkok ke Krabi, dengan waktu tempuh kurang dari satu setengah jam.

(Tour Phi Phi Island, menikmati pulau-pulau indah di sekitar Krabi)

Sedikit takjub juga ketika tiba di bandar udara Krabi, awalnya saya mengira kota ini memiliki bandar udara yang sederhana seperti kota-kota kecil pada umumnya. Ternyata jauh dari bayangan saya, sebuah gedung yang modern minimalis didominasi warna putih dan abu-abu menyambut kedatangan kami. Loket untuk pemesanan bus dan taksi menuju beberapa lokasi di Krabi dan juga kota lain dapat Anda temukan setelah keluar dari pintu kedatangan. Jika memilih untuk naik taksi, lebih baik Anda memesan dari counter di dalam bandar udara daripada langsung mengambil taksi di luar, karena ada kemungkinan mereka tidak mau memakai argo dan Anda harus tawar-menawar dulu untuk mendapatkan harga terbaik.

Karena datang dalam rombongan kecil dengan beberapa teman, sebelumnya saya sudah memesan secara online sebuah minivan dari agen perjalanan setempat untuk menjemput kami. Di perjalanan, dalam minivan yang dilengkapi dengan monitor TV ini diputarkanlah video mengenai tempat-tempat pariwisata di seputar Krabi, yang akhirnya membuat kami tergiur untuk memesan beberapa paket tour lagi selain rencana tour ke Phi Phi Island.
Perjalanan menuju daerah Ao Nang Beach, tempat hotel kami berada memakan waktu sekitar 30 menit melalui jalan yang mulus bebas lubang. Di Thailand umumnya kondisi jalan raya memang terawat dan mulus, membuat Anda dapat menikmati keindahan pemandangan kiri-kanan dengan tenang tanpa guncangan.

Jika dibandingkan dengan Phuket yang lebih ramai dan komersial, Krabi dapat menjadi pilihan yang tepat jika Anda mencari lokasi berlibur yang lebih tenang dan bersuasana santai. Merupakan getaway yang sempurna dengan pemandangan perkampungan nelayannya yang indah, hamparan pasir putih halus, pantai-pantai berair sejernih kristal, dan bukit-bukit kapur yang menjulang dengan lekuk-lekuk unik. Perpaduan antara pantai dan perbukitan kapur inilah yang menjadikan Krabi sebagai tujuan favorit para pecinta olahraga diving dan panjat tebing.

(Pemandian air panas diantara akar-akar pohon di salah satu taman nasional)

Aktivitas seru pengisi liburan tentunya menanti Anda disini, seperti snorkeling, kayaking, berwisata menyusuri hutan tropis yang rindang dan terdapat sumber-sumber mata air panas dimana anda dapat berendam menghilangkan penat, atau mengikuti tour ke pulau-pulau yang bertebaran di seputar Krabi, diantaranya yang tersohor ke seluruh penjuru dunia, Phi Phi Island, tempat dimana “The Beach” yang dibintangi Leonardo DiCaprio difilmkan.
Krabi dirangkul dengan dua musim, yaitu musim panas pada bulan November sampai April dan musim hujan dari Mei sampai Oktober, memang waktunya terbalik dengan dua musim yang ada di Indonesia.

Memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 160 km, propinsi Krabi menyajikan tempat-tempat menarik yang dapat kita jelajahi. Dua pantai yang paling populer di daratannya adalah Ao Nang Beach dan Railay Beach. Di kedua area inilah hotel-hotel berbintang sampai jenis Bed and Breakfast menjamur. Banyak restoran terbaik di Krabi terdapat di daerah Ao Nang Beach. Untuk harga makanan disini cenderung lebih murah dibandingkan Phuket, Anda bisa menemukan kedai-kedai kecil, mulai dari warung bakso, kedai seafood yang terlokalisasi rapih di satu tempat, juga restoran fast food seperti McDonald’s dan Burger King.

Banyak juga coffee shop yang dapat Anda singgahi sambil menikmati senja. Setelah itu Anda dapat menyusuri daerah sepanjang Beach Road yang penuh dengan toko-toko kecil menjual berbagai macam pernak-pernik, butik, toko perhiasan, serta banyak terdapat penjahit (tailor) yang dapat membuat pesanan jas dan gaun Anda dalam waktu singkat.

Sementara Railay Beach yang tak kalah populer memiliki pemandangan indah dengan tebing-tebing bukit kapur di sepanjang pantai, cocok untuk aktivitas rock climbing. Tidak heran jika banyak sekolah panjat tebing di daerah ini, yang dapat memberikan Anda pelatihan singkat. Daerah Railay Beach hanya bisa dicapai dengan perahu (longtail boat), bisa jadi pilihan jika Anda ingin menikmati sisi Krabi yang lebih tenang dan natural. Dilengkapi dengan beberapa gua dan laguna, pantai di sekitar daerah Railay terlihat lebih bersih dibandingkan dengan daerah Ao Nang atau Nopparat Thara. Kendaraan yang dapat digunakan disini hanya sepeda dan golf cart yang biasanya digunakan sebagai sarana transportasi oleh hotel-hotel berbintang.
Restoran, bar, toko buku second hand, kios-kios kecil dan sebuah shopping plaza, menjadi sarana pengusir sepi di Railay Beach.

Saya dan teman-teman memutuskan untuk menginap di daerah Ao Nang Beach karena lebih mudah untuk diakses dari bandar udara dan Krabi Town, tanpa harus menggunakan perahu lagi. Suasana lalu lintas dan jalanan di Krabi memang lebih lengang dan para pengemudi juga cenderung membawa kendaraannya lebih santai dibandingkan dengan di Phuket atau Bangkok.

Pada hari pertama, setelah menikmati siang di pantai Ao Nang kami memutuskan untuk mengikuti city tour ke pusat kota, Krabi Town. Ternyata kota yang berpenduduk sekitar 20.000 jiwa ini merupakan salah satu kota tertua di Thailand. Sampai sekarang Krabi Town masih merupakan sebuah kota kecil yang sederhana, suasana tradisionalnya tetap terasa, berbeda dengan daerah di sekitar pantai yang lebih modern.
Perjalanan ke Krabi Town hanya memakan waktu 30 menit dan tempat pertama yang dikunjungi adalah Wat Kaew Temple, kuil di bukit ini terbilang bangunan baru. Juga terkenal dengan julukan ‘wedding cake’, karena bangunannya yang berwarna putih mirip dengan kue pengantin. Gaya arsitektur Wat Kaew memang berbeda dengan kuil-kuil lain yang umumnya kaya dengan ornamen dan warna keemasan khas Thailand.

Tujuan berikutnya adalah Evening Market, dimana Anda dapat menemukan banyak jajanan pasar dan buah-buahan segar dengan harga sangat murah. Tentu ini adalah kesempatan yang tak akan saya lewatkan untuk mencicipi berbagai jajanan tradisional yang lezat. Dan acara tour malam ini diakhiri dengan mengunjungi Night Market, yang menjual barang-barang khas yang biasa kita temukan di pasar malam, juga berbagai jenis jajanan dan makanan yang menggugah selera. Berbagai jenis Tom Yum, seafood segar mulai dari kepiting goreng, kerang, cumi-cumi dan ikan yang siap dipanggang, Pat Thai atau mie goreng khas Thailand, salad segar, serasa semua ingin dicoba! Termasuk ayam panggang saus tomat dan nasi Briyani a la Thailand. Tak ada lagi ruang tersisa di perut, membuat saya menyesal karena tidak sempat mencicipi jajanan pencuci mulut berwarna-warni yang menggoda. Pasar malam Krabi Walking Street ini hanya bukan dari hari Jumat hingga Minggu malam. Setelah sekitar empat jam berkeliling di Krabi Town, pukul 8 malam kami diantar kembali ke hotel.

Malam masih panjang, jika Anda ingin lanjut menikmatinya tentu banyak kafe dan bar yang buka hingga larut, seperti di Ao Nang Center Point, sebuah pusat hiburan berlantai tiga. Atau tak jauh dari Ao Nang, di daerah Nopparat Thara Beach, ada sebuah bar di tepi pantai, Luna Beach Bar dimana Anda bisa menikmati musik dari DJ yang tampil sambil bermain biliar.

Satu lagi tempat yang ramai pengunjung adalah The Last Fisherman, bar ini sepertinya memiliki formula yang tepat untuk menarik pengunjung, yaitu pantai, langit dengan taburan bintang, pilihan musiknya dan harga minuman yang murah. Tidak ada tempat yang lebih pas untuk menikmati segelas cocktail sambil bersantai melewati malam di Krabi.

Berkunjung ke Thailand terasa kurang lengkap tanpa menyaksikan pertandingan Thai Boxing yang legendaris. Jika Anda berkunjung ke Krabi pada hari Jumat, Anda beruntung. Karena setiap Jumat malam pertandingan Thai Boxing digelar mulai pukul 9 malam di Ao-Nang Krabi Stadium. Dibuka sejak awal tahun 2000, arena Thai Boxing terbesar di Thailand Selatan ini telah dinaiki ribuan petarung Muay Thai. Bagi penduduk lokal, ini adalah ajang seru untuk memasang taruhan atas petarung favorit mereka. Sementara untuk para turis yang biasanya menonton pertandingan Muay Thai hanya melalui layar kaca di rumah, atau mungkin belum pernah sama sekali, bisa terkejut-kejut menyaksikan pertarungan yang keras, dimana segala kemungkinan bisa saja terjadi di atas ring. (Bersambung)

(Artikel saya ini pernah dimuat di Majalah Panorama edisi Juli-Agustus 2012)

Follow [email protected] @travelawan ( termasuk @ ) untuk update harga tiket promo, hotel dan tour!


Tinggalkan Komentar