Perjalanan Liburan Akhir Tahun 2017 ke Bangkok – Chiang Mai – Pattaya

by Awan Yulianto, Travel Blogger Indonesia

Hai, kali ini Kawan kita Adi Prasetya akan berbagi cerita Perjalanan Liburan Akhir Tahun 2017 ke Bangkok – Chiang Mai – Pattaya. Banyak sekali pertanyaan yang masuk menanyakan seputar Bangkok dan Pattaya dan Kawan kita mau berbagi bagaimana serunya Perjalanan Liburan Akhir Tahun 2017 ke Bangkok – Chiang Mai – Pattaya. Yuk simak perjalanan serunya!

Selamat berjumpa kembali, perjalanan kami berempat kali ini merupakan perjalanan liburan akhir tahun dengan mengunjungi negara tetangga yaitu Thailand, dimulai dengan pemesanan pesawat Malindo air 3 bulan sebelum keberangkatan, kami mulai menyusun itinerary perjalanannya. Oya sekedar info karena perjalanan ini bertepatan dengan liburan akhir tahun kami memesan tiket pesawat dan akomodasi selama di Thailand jauh-jauh hari. Mengapa kami memilih Thailand dan Malindo air? Thailand kami pilih karena masih satu kawasan di Asean, biaya hidup relatif murah, akses mudah, budaya beda dengan negeri tetangga terdekat, sedangkan Malindo air dipilih selain karena jam penerbangan yang sesuai keinginan kami, juga karena harga tiket yang relatif murah.:)

Riset untuk mengetahui sedikit tentang tempat yang akan dikunjungi adalah hal yang mutlak harus dilakukan, tentu kita tak ingin blank di tempat asingkan? Dampak tak melakukan riset sangat fatal terutama dari segi kenyamanan, kenyamanan dan biaya. Tanpa riset kita dapat terkatung-katung dinegeri orang bahkan biaya yang dikeluarkan dapat berlipat kali.

Hal yang perlu di riset termasuk pesawat yang akan digunakan, apa yang dilakukan pada saat transit (jika transit), moda transportasi yang digunakan di negara tujuan, akomodasi, tempat makan halal (kami muslim) dan tentunya obyek (wisata) yang akan dikunjungi, bagaimana cara mengunjunginya, apa saja obyek wisata yang terdapat disana, berapa harga entrance tiket dan apa saja review traveler lain terhadap obyek tersebut.

Kalau kami, juga meriset letak masjid, oya biasanya makanan halal terletak berdekatan dengan masjid, itu rumus yang baku. ☺. Please jangan malas untuk meriset, apalagi jika bepergian dengan keluarga, malas berdampak sengsara.

Hari 1 Ahad 24 Desember 2017

Akhirnya waktu keberangkatan pun tiba, kami menggunakan taksi online dari Jatiasih Bekasi ke Bandara Soekarno Hatta terminal 2D pukul 05.30 pagi padahal keberangkatan pukul 09.55, kepagian? Ya mungkin terlalu pagi, tapi kami mendapat e-mail informasi dari website pembelian tiket untuk mempertimbangkan lamanya waktu check in dan proses di imigrasi akibat membludaknya manusia u sama-sama traveling menggunakan pesawat, nah jadilah kami kepagian…better nunggu di bandara daripada ditinggal pesawatkan? Kalau ditinggal pesawat, bisa berantakan liburannya..he..he..he..

Setelah masuk gate depan dilanjutkan dengan proses check in di counter maskapai Malindo Air, masing-masing anggota keluarga diberikan 2 tiket, JKT-KL, KL-BKK.

Antrian check in yang berjajar panjang, belum lagi banyak orang berangkat sambil membawa banyak koper, Konter-konter check in memang ada nomornya tp kadang tak ada nama maskapai penerbangannya karena konter digunakan untuk general check in dengan bermacam tujuan penerbangan, jangan segan bertanya pada petugas jika tak yakin.

Proses dilanjutkan dengan masuk ke imigrasi untuk dapat cap keberangkatan, proses berlangsung singkat hanya saja antrian manusia lagi-lagi mengular (mungkin karena konter imigrasi yang dibuka hanya sedikit karena masih pagi). Selepas imigrasi, kami mulai urusan tunggu menunggu. Untungnya terminal 2D tergolong besar dan lengkap. Jadi selama menunggu kami bisa berkeliling dan duduk-duduk di tempat yang nyaman, oya bagi yang belum menjalankan rutinitas pagi silakan dilakukan disini ☺ toilet dan mushala tersedia, yang belum penuh battere gadgetnya bisa cari stand charger yang banyak bertebaran disana sini.

Akhirnya waktu keberangkatan pun tiba, pesawat terlambat 1 jam dari jadwal semula ☹. Di dalam pesawat yang cukup “baru” tersedia inhouse entertainment berupa TV yang film-filmnya dapat di pilih.

Perjalanan cukup menyenangkan, snack dan aneka softdrink disediakan disini. Perjalanan 2 jam dan Pesawat mendarat di bandara KLIA, dengan cukup mulus, karena penerbangan kami adalah penerbangan transit, maka kami punya waktu 2 jam u menjelajahi KLIA, selepas shalat dzhuhur yang di jama’ qoshor dengan ashar, kami cari tempat mengisi perut jangan khawatir, mungkin karena masih Malaysia jadi makanan halal tak sulit ditemui disini.

Kami tak keluar imigrasi karena waktu yang terbatas, waktu menunggu kami gunakan u menyelesaikan urusan masing-masing menggunakan internet.:) Tempat menunggu di KLIA lumayan nyaman, oya bagi anak jaman now, airport WIFI gratisan tersedia disini (dan airport WIFI gratis tersedia hampir disemua bandara).

Penerbangan lanjutan ke BKK berjalan lancar, tak ada yang baru disini…sama jenis pesawatnya, bisa lanjutkan nonton film yang belum selesai krn pesawat keburu mendarat tadi.

Tiba di bandara DMK, semua penumpang diminta mengisi form arrival dan departure, setelah antri cukup panjang, tiba giliran kami berhadapan dengan petugas imigrasi Thailand, diminta memandang kamera dan akhirnya paspor kami diberi cap dan masuklah kami secara resmi di negeri orang.

Yang perlu diperhatikan disini, jangan sekali-kali ambil photo/video diarea imigrasi, kami menyaksikan ada turis (China?) yang digiring ke kantor imigrasi Bandara, entah apa yang dialaminya.

Di Bandara, kami segera mencari counter provider telepon untuk membeli Sim Card khusus turis yg berlaku 8 hari, isinya 150menit percakapan telepon dan 1,5GB data internet. Ada bermacam pilihan provider, kami memilih DTAC seharga 299 Bhat, sekalian minta diregistrasi dan dipasangkan di hp kita. Langsung bisa internetan.

Kami antri taksi di counter resmi dekat exit gate, kami tidak ke penginapan, tapi langsung ke terminal bus Mochit (untuk perjalanan bus ke daerah utara Thailand), di Mochit kami membeli tiket bus tujuan Chiang Mai untuk esok malamnya, harga tiket VIP bus berlogo “999” sebesar 786Baht (nampaknya ini bus milik pemerintah). Petugas tiket bisa berbahasa Inggris meski terpatah-patah.:)

Karena kami tiba saat malam, urusan makan malam halal dapat diperoleh di food courtnya terminal Mochit. Selanjutnya setelah tiket bus u besok malam ditangan, kami menuju penginapan yang terletak dekat dengan Democracy Monumen dan Khaosan road, demi alasan kepraktisan kami menggunakan taksi (lagi). Penginapan kami malam itu di Prasuri Guest House. (silakan lihat reviewnya di internet).

Hari 2 Senin 25 Desember 2017

Setelah check out dari penginapan, hari kedua di BKK, berbekal Google map, kami jalan kaki keliling kota, tujuannya ke obyek wisata sekitar hotel sambil mencari Thai tea lokal dan brunch ☺. Siangnya, kami ke MBK Mall untuk shalat, mushola laki ada di lantai 5 dan mushola perempuan ada di lantai 4. Musholanya bersih dan dingin ☺. Food court di MBK menyediakan makanan halal juga, ada tourist lounge di lantai yang sama dengan food court, disini kami beristirahat sambil internetan dengan WIFI gratis, beberapa turis bersantai di lounge ini.

Mushola di MBK

Setelah beristirahat, perjalanan kami lanjutkan ke Queen Sirikit Park (QSP), terletak dekat stasiun BTS Mochit, dari MBK jalan kaki sedikit menuju stasiun BTS National Stadium, beli tiket one way dengan tujuan stasiun BTS Mochit, di QSP kami menghabuskan waktu sore sebelum makan malam di terminal bus Mochit.

Catatan: Dari QSP sebaiknya ambil taksi, karena jika jalan kaki ke terminal Mochit lumayan jauh, kami percaya google map yang bilang jaraknya hanya l.k 1km dan mengikutinya ternyata lumayan gempor ☺.

Baik, di Terminal Mochit kita bisa shalat maghrib dan Isya jama’ taqdim dan qoshor,informasi letak mushola diperoleh dari Emak-emak berhijab yang mau ke toilet (?), dengan suka cita beliau antar kami ke mushola yang lumayan jauh. (Thank you very much emak-emak). Mushola terletak disisi kanan jika kita akan masuk terminal, berupa container bersih dan ber ac dingin.

Keberangkatan bus kami agak terlambat, entah karena apa, saat petugas menjelaskan alasan keterlambatan saya diam saja, lah saya nya roaming….:)

Oya bus menuju Chiang Mai ada beberapa tipe, bus biasa (AC dan non AC), bus kelas I (double decker AC) dan bus VIP, sebenarnya kami ingin menggunakan bus double decker, tapi pada saat beli tiket ternyata kami malah beli tiket bus VIP, bukan karena kelebihan uang, karena kendala komunikasi (roaming lagi),. Sedikit info ttg busnya, bus double decker memiliki kursi lebih sempit, jarak antara kursi berdekatan dan tak ada mesin pijitan di kursinya, tapi bus VIP punya kursi lebar dan ada mesin pijitan ditiap kursi, kami serasa jadi nenek dan kakek sepanjang perjalanan, pijit teruuuss☺., berupa 2 bungkus roti, kopi sachet, dan tissue disajikan tak lama setelah bus keluar dari terminal. Di bagian belakang bus ada toilet dan dapur ☺.

Semua pengemudi bus memakai seragam mirip pilot pesawat terbang, lengkap dengan tanda-tanda pangkat dipundaknya, untuk bus kami ada pramugari juga lho…Kondisi perjalanan 9,5 jam tak terasa lama, karena bus nyaman dan adem, berangkat pukul 23.00 dan tiba di Terminal Chiang Mai pukul 08.30.

Hari 3 Selasa 26 Desember 2017,

Seturunnya kami dari bus di terminal Chiang Mai, sy sempat mengalami “Bus Lag” alias bingung men ☺, solusi bingung pun muncul, pesan taksi online, Alhamdulillah kami dapat kendaraan taksi berupa Mitsubushi Pajero 4×4 dikemudikan oleh seorang perempuan Ms. Na namanya, lengkapnya Ms. Prapthoson (nggak nyambung panggilan dengan nama asli he..he..he). Diantar Ms. Na, kami tiba di The Corner Inn hotel, hotelnya bersih, kamar mandi besar dan kasur yang nyaman. Ada AC di kamar kami, tapi udara di kamar sdh dingin, kami bingung apa fungsi AC disitu? ☺ Thailand utara dan Chiang Mai rata-rata beriklim sejuk.

Memperkecil resiko, Ms. Na ini lah yang akhirnya kami minta antar kami jalan jalan ke pegunungan di Chiang Mai,mobilnya kami sewa full day untuk keesokan harinya..

Hari cerah dan cuaca bersahabat, Shalat dan Makan siang di seputaran Masjid Hidayatul Islam (Chiang Mai Islam Mosque), masjid ini terletak di sebelah Kalare Night Bazzaar, Ban Haw, tepat ditengah kota. Chiang Mai terbagi menjadi old City dan luarnya, Paradise of Art terletak di luar dan monumen 3Kings terletak ditengah Old City, dari Kalare Night Bazzar naik taksi online ke monumen 3Kings, dari monumen 3Kings kami pulang ke hotel u mempersiapkan diri jalan ke gunung besok.

Hari 4 Rabu 27 Desember 2017,

Sejak pagi hari hujan, kami dijemput Ms. Na pukul 08.00, langsung meluncur ke Wat Doi Suthep berjarak 20-30km dengan waktu perjalanan sekitar 60 menit, tiba di Wat Doi Suthep, kami membayar biaya masuk dan naik ke puncak bukit menggunakan cable car (jika naik tangga ada 300an anak tangga, hujan pula). Meski hujan, keinginan melihat lihat tak surut, berhujanan kami berfoto, disini indah, ada beberapa patung Budha sebesar manusia terbuat dari batu giok.

Kelar mengunjungi Wat Doi Sutep, kami sempat beli jas hujan untuk masing-masing 4 orang seharga @50Baht, masih hujan, kami kembali ke kota Chiang Mai, lagi-lagi kami mengisi perut di kawasan Masjid Hidayatul Islam. Sorenya kami melanjutkan perjalan ke Queen Sirikit Botanical Garden (QSBG) berjarak l.k 30-40 km dari kota Chiang Mai, tiket masuk plus mobil 500Baht, cuaca masih terus hujan untungnya kami dah punya jas hujan (yeaayy…hidup jas hujan!! ☺).

Kawasan sekitar QSBG yang merupakan kebun raya dengan rumah-rumah kaca berisi koleksi aneka tanaman memang cukup indah daerah disekitarnya juga memiliki banyak obyek wisata treking atau ATV/Buggy car riding, mantep dah hujan plus lumpuran….he..he..he.

Sore menjelang malam kami kembali ke Chiang Mai, sekali lagi kami ke Kalare Night Market, menikmati suasana malam di food court, music dan belanja. ☺ selesailah perjalanan kami dengan Ms. Na pada hari itu. Bagi yang memerlukan kendaraan, silakan telp Ms. Na di Chiang Mai (+660800566494)

Kami kembali ke hotel menggunakan Tuktuk, tak semua pengemudi Tuktuk suka “menggetok” harga, kami mendapat pengemudi yang baik, Alhamdulillah.

Hari 5 Kamis, 28 Desember 2017

Dijemput Ms. Na, pagi hari sekitar pukul 06.00 kami berangkat ke BKK, International Airport di Chiang Mai tak besar, mungkin sama dengan airport di Semarang, Pesawat yang membawa kami ke BKK dari Chiang Mai berangkat tepat waktu pada pukul 07.55, tiba di Svarnabhumi Airport di BKK pukul 09.15.

Dari Svarnabhumi kami dijemput Mr. Boonchai untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai dan Area Pattaya di selatan BKK. Mr. Boonchai ini supir taksi yang ditugaskan oleh Mr. Surasak, orang yang kami kontak dr Jakarta berdasarkan referensi dari blog Mr. Travelawan (terima kasih infonya pak ☺). Mr. Boonchai dapat berbahasa Inggris dengan cukup baik, khususnya mengenai arah, diluar itu pembicaraan kami terbatas. Overall kami puas dengan pelayanan Mr. Boonchai selama perjalanan. Kalau ke BKK silakan cari Mr. Surasak (+66818187036) atau Mr. Boonchai. (+66636652599).

Perjalanan di Pattaya diawali dengan mencari Mesjid dan makan, saat kami tiba dikawasan masjid xxxx belum masuk waktu shalat dzuhur, kami pun makan di restoran muslim “Amir halal food” usai makan, dilanjutkan dengan shalat jama’ dzhuhur dan ashar dan mulai menuju Mini Siam. Di Mini Siam ini kumpulan miniatur land mark yang ada diseluruh dunia, sayangnya sy tak melihat ada Candi Borobudur ☹. Perjalanan dilanjutkan ke Pantai, Noong Nooch Garden dan kembali ke BKK.

Hari 6 Kamis, 29 Desember 2017

Pagi hari kami mengunjungi kawasan belanja Pratunam, kawasan ini seperti pasar Jatinegara ditambah beberapa Mall. Kebanyakan fashion, cocok u kulakan karena pembelian minimal 3 pieces dengan harga relatif murah. Jangan khawatir mengenai makanan, Food court di Indra Square memiliki beberapa counter masakan halal. Ada yang unik ada counter memasang logo halal, tapi juga menyediakan masakan lain berbahan pork. Untuk amannya carilah counter masakan yang penjualnya berjilbab dan hanya menjual masakan halal.

Kelar makan siang, kami bergegas mencari mesjid u shalat jumat, masih di kawasan Pratunam, tak jauh dari Indra Square, hanya perlu menyebrang jalan dan berjalan l.k 500m, disebelah hotel Ramada dan hotel Bangkok Palace Hotel terdapat Mesjid Niamatul Islam.

Kelar shalat jumat kami kembali ke hotel u menaruh barang belanjaan dan sorenya kami mengunjungi Chocoville menggunakan Taksi Online.

Chocoville adalah tempat makan yang dibuat dengan apik, terdiri dari taman dan bangunan bergaya Eropa.

Hari 7 Sabtu 31 Des 2017

Pagi hari kami bersiap menuju DMK airport, penerbangan kami pukul 11.55, saat kami tiba, counter Check in Malindo air belum buka, meskipun begitu antrian sdh panjang, wal hasil kami mengantri selama l/k 45 Menit. Akhirnya pesawat Malindo Air membawa kami ke KL dan lanjut ke Jakarta.

Catatan:

Mode transportasi yang digunakan: Pesawat, taksi, BTS, taksi online, Tuktuk, Mobil sewa)

Makanan halal tak sulit diperoleh, hampir disemua Mall ada food court yang menyediakan makanan halal.

Niatkan cari tempat sholat, insya Allah mudah u sholat.

Follow [email protected] @travelawan ( termasuk @ ) untuk update harga tiket promo, hotel dan tour!


9 comments

  1. Bro, saya bulan ini akan ke thailand, rencana untuk beli tiket2 atraksi spt nong nooch, dream world dan lainnya via web hotels2thailand.com…
    yang mau ditanyakan, apakah bro tau mengenai web ini? apakah trusted? atau lebih bagus beli on the spot aja?

    1. Halo kak Hendy,

      Situs itu trusted kok, saya udah pernah pake dari tahun 2007.
      Kalo emang penawaran di situs lebih murah, oke aja. Tapi kalo harga sama aja mending beli on the spot.

      Salam,
      Awan

    2. Halo kak Hendy,

      Situs itu trusted kok, saya udah pernah pake dari tahun 2007.
      Kalo emang penawaran di situs lebih murah, oke aja. Tapi kalo harga sama aja mending beli on the spot.

      Salam,
      Awan

    1. Halo kak Adri,

      Terima kasih masukannya ya. Apakah bisa cerita lebih spesifik tipu2annya seperti apa dan dimana lokasinya?

      Saya juga pernah tulis tentang scam di sekitar Grand Palace, Bangkok yang menyatakan Grand Palace tutup dan baru buka siang harinya, jadi kita ditawarin untuk muter2 dulu dengan tuk tuk.

      Salam,
      Awan

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.