Wisata Bangkok, Ananta Samakhom Throne Hall

by Awan Yulianto, Travel Blogger Indonesia

Wisata Bangkok, Terpukau Kemegahan Ananta Samakhom Throne Hall

Akhirnya di hari kedua trip Bangkok – Khao Yai bersama Tourism Authority of Thailand Jakarta Office, kami berkesempatan juga untuk mengunjungi sebuah gedung yang mirip seperti istana di Eropa, yaitu Ananta Samakhom Throne Hall. Memasuki area di mana gedung ini berdiri, Anda sama sekali tidak merasa sedang ada di Bangkok atau Thailand, karena memang arsitekturnya tidak ada sama sekali sentuhan Thailand, seperti kalau kita ke Grand Palace, dimana istana tersebut memadukan arsitektur khas Negeri Gajah Putih ini dengan gaya neo-Baroque.

Dan tentunya bangunan indah berasitektur Eropa, tepatnya gaya <em>Renaissance</e
Ananta Samakhom bergaya arsitek Renaissance Italia dan Neo Classic

Ini juga merupakan pertama kalinya bagi saya untuk bertandang ke Ananta Samakhom Throne Hall yang terletak di dalam kompleks Dusit Palace. Di area ini juga terdapat beberapa bangunan lainnya yang menyimpan benda-benda koleksi kerajaan, yaitu Abhisek Dusit Throne Hall yang dulunya merupakan ruang makan utama Dusit Palace, kini menjadi tempat pameran karya kerajinan dari Silpacheep Foundation yang didirikan oleh Ratu Sirikit. Suan Si Ruedu Residential Hall juga berada di dalam kompleks ini dan dulunya merupakan kediaman istri Raja Rama V, yang kini menyimpan koleksi foto hasil jepretan sang ratu, kain-kain tradisional Thailand dan lukisan kerajaan.

Dan tentunya bangunan indah berasitektur Eropa, tepatnya gaya Renaissance Italia dan Neo Classic, yang dulunya pernah digunakan sebagai gedung parlemen pertama Thailand, yaitu Ananta Samakhom Throne Hall. Terletak di ujung Royal Plaza, area yang biasa dipakai untuk upacara kerajaan seperti pemberian gelar kepada putra mahkota Thailand dan perayaan 60 tahun naik tahta Raja Bhumibol Adulyadej. Kini gedung ini difungsikan sebagai museum dan beberapa acara kenegaraan. Gedung ini mulai di bangun oleh Raja Rama V pada tahun 1907, dan selesai pada masa pemerintahan Raja Rama VI, pada tahun 1915.

Sayangnya di dalam gedung kita sama sekali tidak boleh foto. Semua tas, kamera b
Bangunan lainnya di seputar Ananta Samakhom yang juga bergaya Eropa

Sayangnya di dalam gedung kita sama sekali tidak boleh foto. Semua tas, kamera bahkan smartphone kita harus di titipkan di satu tempat sebelum masuk ke gedung utama. Di bangunan yang tidak terlalu besar ini ada banyak disediakan locker dan juga dijual kain, jika pakaian kita tidak memenuhi syarat untuk masuk ke gedung, misalnya kalau kita pakai celana pendek. Setelah semua barang bawaan di titipkan, maka kita bisa langsung jalan memasuki gedung utama yang megah.

Setelah masuk ke pintu metal detector, sebelum naik tangga, di bagian kanan kita dapat mengambil alat khusus untuk audio tour. Jadi bisa pilih mau dengarkan pakai bahasa apa, dan nanti di dekat masing-masing benda yang ada di dalam museum terdapat nomer kode, yang bisa kita masukkan ke alat audio tour ini, dan keluarlah informasi tentang benda-benda yang dipamerkan di museum Arts of the Kingdom tersebut.

Begitu menaiki tangga, kami langsung terpukau dengan warna-warna emas dan lukisan-lukisan yang menghiasi dinding dan juga langit-langit di bagian tempat masuk utama. Begitu memasuki pintu yang sangat besar, semakin saya terkagum-kagum melihat gedung yang memiliki kubah besar setinggi hampir 50 meter ini. Benar-benar bagai masuk sebuah istana raja. Gedung ini juga dilengkapi dengan enam buah kubah yang lebih kecil dan semua langit-langitnya dihiasi oleh lukisan indah yang menggambarkan sejarah Dinasti Chakri, dinasti raja Thailand yang sekarang memerintah, menceritakan dari awal dinasti hingga keturunan keenamnya.

Banyak lukisan raksasa dari sulaman benang sutra yang dipajang di sini, juga beberapa singgasana yang digunakan oleh raja yang terbuat dari emas murni, peralatan makan kerajaan untuk jamuan kenegaraan yang spektakuler dan juga hasil karya masterpiece lainnya. Di bagian bawah dari hall utama juga memamerkan karya-karya para pengrajin dari Queen Sirikit Institute, Chitralada Villa. Ini baru barang-barang yang ada di museum ini, saya tidak kebayang gimana megah dan mewahnya barang-barang yang menghiasi istana raja yang sebenarnya! Saya juga tak bosan-bosannya mengamati berbagai kerajinan yang terbuat atau dilapisi dengan sayap-sayap kumbang yang berwarna hijau metalik dan sangat indah. Sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya di mana pun.

Doitung Cafe di halaman Ananta Samakhom Throne Hall
Bisa santai sejenak di Doitung Cafe yang ada di sekitar gedung ini

Beberapa tahun lalu waktu ke daerah Dusit ini bersama saudara-saudara saya, kami datang terlalu sore, sehingga tidak dapat masuk ke Ananta Samakhom Throne Hall dan hanya bisa foto-foto di area sekitarnya saja. Setelah akhirnya masuk ke museum ini, saya sangat merekomendasikan untuk Anda yang akan berkunjung ke Bangkok, sempatkan diri untuk berkunjung ke sini. Aapalagi jika sudah memegang tiket Grand Palace, dimana Anda bisa masuk gratis ke Ananta Samakhom dan Vinmanmek Mansion, dengan membawa potongamn tiket tersebut dan berlaku 7 hari sejak Anda masuk ke Grand Palace.

Jangan lupa untuk masuk ke Ananta Samakhom Throne Hall, Anda juga harus memakai
Bisa beli sarong, jika pakaian yang kita kenakan tidak sesuai ketentuan

Jangan lupa untuk masuk ke Ananta Samakhom Throne Hall, Anda juga harus memakai pakaian yang sopan seperti saat mau masuk ke Grand Palace, diantaranya:
– Memakai kemeja atau baju kaos berlengan
– Memakai celana panjang bagi pria, atau bawahan yang sopan bagi wanita
– Menggunakan sepatu, sandal tidak diperbolehkan

Memakai celana panjang bagi pria, dan bagi wanita memakai bawahan yang sopan

Jika Anda tidak memegang tiket Grand Palace, juga bisa membeli tiket secara terpisah, seharga 150 baht.
Jam buka: 10.00-17.00 (tiket terakhir dijual jam 16.00), Selasa – Minggu
Museum ini tutup pada hari Senin, Perayaan tahun Baru Thai, Songkran dan Hari Konstitusi (10 Desember).

Alamat: U-Thong Nai Road, Dusit Palace, Bangkok
Tel: +66 2 283 9411 / 2 283 9185
Website: artsofthekingdom.com

Transportasi: Taxi, atau bus yang ke arah Dusit, No. 18, 19, 23, 70, 72, 503, 505 dan 509.

Follow [email protected] @travelawan ( termasuk @ ) untuk update harga tiket promo, hotel dan tour!


Tinggalkan Komentar