Membawa uang tunai (Vietnamese Dong / VND) masih menjadi keharusan saat berkeliling Vietnam. Mulai dari membayar jajanan street food dan kopi telur di gang sempit, tiket masuk tempat wisata, sampai ojek motor lokal, sebagian besar transaksi kecil memang mengandalkan tunai. Kartu dan pembayaran QR makin umum di kota besar, tetapi begitu Anda masuk ke pasar tradisional, warung pinggir jalan, atau desa di rute pegunungan, dompet berisi lembaran dong kembali menjadi penyelamat.

Menarik VND langsung di mesin ATM dengan kartu debit berlogo Visa atau Mastercard dari bank Indonesia adalah cara paling praktis: kursnya mengikuti kurs jaringan kartu dan uang bisa diambil kapan saja. Masalahnya, beda bank lokal yang Anda temui di pinggir jalan, beda pula biaya mesin dan batas maksimal penarikannya. Ada mesin yang benar-benar gratis, ada pula yang memotong biaya tetap, bahkan biaya berbasis persentase dari nilai tarikan.

Setiap tarikan juga tidak pernah benar-benar “hanya” sekali bayar: ada biaya dari mesin ATM Vietnam, biaya admin dari bank Indonesia, dan margin kurs yang tersembunyi di dalam nilai transaksi. Artikel ini merangkum tiga komponen biaya yang wajib dikenali, tabel perbandingan bank populer di Vietnam, strategi memilih ATM di jalan, serta tips praktis agar tidak salah hitung nol dan tidak terjebak layar konversi mata uang.

Traveler beransel sedang menarik uang di mesin ATM VPBank di pinggir jalan Vietnam, di samping pengendara ojek daring dan deretan sepeda motor yang terparkir


Ringkasan Cepat: Tarik Tunai di ATM Vietnam

KategoriDetail
Mata uangDong Vietnam (VND / ₫) — nominalnya besar sehingga banyak angka nol
Kartu yang umum diterimaDebit dan kredit berlogo Visa, Mastercard, JCB, dan UnionPay di hampir semua ATM kota wisata
Biaya mesin ATM lokalGratis (0 VND) hingga sekitar 60.000 VND per transaksi, tergantung bank pemilik mesin
Biaya bank asal (Indonesia)Umumnya flat Rp20.000–Rp25.000 per transaksi
Margin kurs (FX markup)Sekitar 1%–3% dari nilai transaksi, sudah menyatu dalam kurs yang dipakai jaringan kartu
Limit per tarikanBervariasi: 2.000.000–10.000.000 VND (sekitar Rp1,3–6,3 juta)
Nominal yang keluarKelipatan 50.000 VND, sering didominasi lembar 500.000 VND
ATM paling ramah biayaVPBank dan MB Bank (paling sering dilaporkan bebas biaya mesin)
ATM dengan limit besarVPBank dan Sacombank (bisa sampai 10.000.000 VND sekali tarik)
Yang perlu diwaspadaiMesin berbiaya persentase (mis. TPBank LiveBank) dan pilihan “with conversion” (DCC)
Waktu paling amanSiang hingga sore, di ATM yang menyatu dengan kantor cabang atau berada di dalam mal
Alternatif selain ATMTukar tunai di money changer resmi, kartu untuk hotel/kafe, atau QR di merchant besar

Tiga Komponen Biaya Setiap Kali Menarik Tunai

Sebelum menghafal bank mana yang murah, pahami dulu dari mana saja biaya itu datang. Setiap kali Anda menarik uang di ATM luar negeri, saldo rekening Anda berpotensi dipotong tiga lapis biaya yang berbeda.

1. Biaya Mesin ATM Lokal (Vietnam)

Ini biaya yang dikenakan oleh bank pemilik ATM di Vietnam kepada pemegang kartu asing. Besarnya sangat beragam: ada yang gratis (0 VND), ada yang memotong sekitar 22.000–55.000 VND, dan ada pula—yang paling perlu diwaspadai—yang memakai persentase dari nilai tarikan sehingga bisa melampaui 60.000 VND untuk nominal besar. Biaya ini muncul di layar sebagai transaction fee atau phí giao dịch dan biasanya ditagih bersamaan dengan uang yang keluar.

2. Biaya Admin Bank Asal (Indonesia)

Ini biaya dari bank penerbit kartu Anda di Indonesia, umumnya flat Rp20.000–Rp25.000 per transaksi debit luar negeri. Karena sifatnya flat—bukan persentase—biaya ini menjadi alasan utama untuk menarik uang dalam jumlah besar sekaligus alih-alih beberapa kali dalam nominal kecil. Beberapa bank juga menambahkan biaya bulanan atau kuota transaksi luar negeri, jadi cek dulu ketentuan produk Anda.

3. Margin Selisih Kurs (FX Markup)

Bagian ini paling tidak terasa karena tidak muncul sebagai baris biaya. Nilai transaksi Anda dikonversi memakai kurs jaringan kartu yang sudah mengandung margin sekitar 1%–3% dari kurs tengah pasar. Semakin besar tarikan, semakin besar pula nilai marginnya dalam rupiah—tapi ini tetap jauh lebih murah daripada menerima konversi di mesin ATM (DCC) yang bisa memakan 5%–10%.

Contoh Perhitungan: Tarik 3.000.000 VND

Tabel berikut menggambarkan bagaimana ketiga komponen itu bertemu dalam satu transaksi (angka ilustrasi, kurs acuan 1.000 VND ≈ Rp630):

KomponenPerkiraanSetara rupiah
Nilai tarikan3.000.000 VND± Rp1.890.000
Biaya mesin ATM lokal0–50.000 VND (mesin murah vs mesin standar)Rp0 – Rp31.500
Biaya admin bank asalFlat per transaksiRp25.000
Margin kurs jaringan kartu (± 2%)Tersembunyi di kurs± Rp37.800
Total tambahan—± Rp62.800 – Rp94.300
Efektivitas biaya—± 3,3% – 5% dari nilai tarikan

Kesimpulannya sederhana: memilih mesin yang bebas biaya lokal langsung memangkas sekitar sepertiga sampai setengah dari total biaya tambahan, dan menarik 3 juta VND sekali jalan lebih hemat daripada tiga kali menarik 1 juta VND.


Perbandingan ATM Bank Populer di Vietnam

Berikut rangkuman biaya mesin dan limit per transaksi untuk kartu debit asing berdasarkan informasi yang kami kumpulkan saat penulisan. Urutannya disusun dari yang paling ramah biaya bagi traveler.

Bank di VietnamBiaya Mesin LokalLimit per TarikanCatatan untuk Traveler
VPBank (rekomendasi utama)Gratis (0 VND)5.000.000 – 10.000.000 VNDPilihan nomor satu bagi backpacker dan traveler: tanpa biaya lokal dan limit per tarikan sangat besar
MB Bank (Military Bank)Gratis (0 VND), kadang ± 30.000 VND2.000.000 – 5.000.000 VNDSangat ramah kantong dan mesinnya mudah ditemukan di rute-rute utama kota
Sacombank± 30.000 – 50.000 VNDHingga 10.000.000 VNDEfisien bila Anda butuh tarik tunai nominal besar sekaligus
Vietcombank± 50.000 VND2.000.000 – 5.000.000 VNDBank nasional terbesar dengan ATM di setiap sudut kota, tetapi biaya flatnya tergolong tinggi
BIDV± 50.000 – 60.000 VND2.000.000 – 3.000.000 VNDJaringan sangat luas, tetapi limit per tarikan standar/rendah
Agribank± 22.000 – 44.000 VND2.000.000 – 3.000.000 VNDJuara di daerah pelosok dan pedesaan, biaya mesin relatif terjangkau
TPBank (hati-hati)± 3,3% dari nilai tarikan (bisa > 60.000 VND)2.000.000 – 5.000.000 VNDMesin digitalnya (LiveBank) modern dan buka lebih lama, tetapi biaya berbasis persentase membuat tarikan besar jadi mahal

Catatan penting: biaya mesin, limit per tarikan, dan kebijakan bank dapat berubah tanpa pemberitahuan mengikuti pembaruan sistem masing-masing bank. Nominal limit juga sering berbeda antara mesin di kota besar dan mesin di kota kecil. Anggap tabel di atas sebagai panduan awal, bukan harga mati.


Strategi Memilih ATM di Jalan

Setelah tahu komponen biayanya, urutan pengambilan keputusan di lapangan bisa dibuat sesederhana ini:

  • Prioritas pertama — nol biaya lokal. Cari papan nama VPBank atau MB Bank. Menarik di sini memastikan Anda hanya membayar biaya admin dari bank Indonesia, tanpa potongan tambahan dari mesin ATM Vietnam.
  • Prioritas kedua — butuh uang banyak sekaligus. Gunakan VPBank atau Sacombank yang limitnya bisa mencapai 10.000.000 VND (± Rp6,3 juta) sekali gesek. Satu tarikan besar jauh lebih hemat biaya flat dibanding harus menarik dua sampai tiga kali di bank lain.
  • Prioritas ketiga — kondisi darurat di luar kota. Kalau berada di rute pegunungan seperti Ha Giang atau Sapa, atau di pinggiran kota yang jarang ada bank swasta, carilah Agribank (mesinnya hampir selalu ada di setiap distrik kecil), lalu Vietcombank atau BIDV sebagai cadangan.
  • Hindari untuk nominal besar. Mesin berbiaya persentase seperti TPBank LiveBank tetap berguna untuk tarikan kecil di luar jam kerja bank, tetapi biayanya membengkak begitu Anda menarik jutaan dong.
  • Utamakan mesin “resmi”. Mesin yang menyatu dengan kantor cabang, di lobi hotel besar, atau di dalam mal lebih terawat dan biasanya memiliki limit lebih tinggi daripada mesin yang menempel di dinding toko di pinggir jalan.
  • Bank lain tetap berguna sebagai cadangan. Di kota besar seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang tersedia pula VietinBank, Techcombank, ACB, serta mesin bank asing (mis. Shinhan atau HSBC). Biaya dan limitnya bisa berbeda dari tabel di atas, tetapi semuanya bisa dijadikan opsi saat mesin favorit Anda sedang offline.

Tips & Trik Agar Tidak Salah Hitung dan Bebas Jebakan Kurs

1. Wajib Tolak Konversi Mata Uang dari Mesin (Pilih “Without Conversion”)

Saat kartu asing dimasukkan, layar ATM biasanya menawarkan konversi ke mata uang negara asal kartu Anda, dengan pertanyaan seperti:

“Debit in your home currency (IDR)?” atau “Continue with conversion?”

  • PILIH: “Without Conversion” atau “Debit in VND”.
  • JANGAN PILIH opsi “With Conversion”. Itu adalah Dynamic Currency Conversion (DCC)—mesin memakai kurs internal mereka sendiri yang bisa merugikan 5%–10% dari nilai transaksi. Anda memang melihat nominal rupiah di layar dan terasa “lebih pasti”, tetapi justru di situlah margin besarnya diambil.

2. Tarik Sekaligus Sesuai Kebutuhan

Karena bank di Indonesia memotong biaya flat Rp20.000–Rp25.000 per transaksi, jangan menarik uang sedikit-sedikit (misalnya 500.000 VND berkali-kali). Hitung kebutuhan dua sampai tiga hari ke depan, lalu tarik dalam satu nominal besar yang masih dalam batas limit mesin dan limit harian kartu Anda.

3. Trik Hitung Cepat Kurs Dong (VND) ke Rupiah (IDR)

Mata uang Vietnam memiliki terlalu banyak nol sehingga rawan salah hitung saat belanja atau bertransaksi:

  • Rumus cepat: buang tiga angka nol di belakang, lalu kalikan 0,63 (atau bagi 1,6).
    • 500.000 VND → 500 × 0,63 ≈ Rp315.000
    • 100.000 VND → 100 × 0,63 ≈ Rp63.000
    • 50.000 VND → 50 × 0,63 ≈ Rp31.500
    • 20.000 VND → 20 × 0,63 ≈ Rp12.600
  • Patokan ingatan: “seratus ribu dong kira-kira enam puluh tiga ribu rupiah”. Dari patokan itu, harga apa pun bisa diperkirakan dalam hitungan detik tanpa membuka aplikasi kurs.

4. Periksa Warna Lembaran Uang Sebelum Menyerahkan

Beberapa pasangan pecahan memiliki warna yang berdekatan dan sering tertukar, terutama saat bertransaksi di malam hari atau di warung yang minim cahaya:

PecahanWarna dominanNilai setara (±)
500.000 VNDBiru kehijauanRp315.000
200.000 VNDMerah bata kecokelatanRp126.000
100.000 VNDCokelat kemerahanRp63.000
50.000 VNDMerah muda kemerahanRp31.500
20.000 VNDBiru cerahRp12.600

Kebiasaan kecil yang menyelamatkan dompet: pisahkan lembaran besar dan kecil di dua kompartemen berbeda, lalu hitung ulang sebelum menyerahkan uang ke pedagang.

5. Aktifkan Izin Transaksi Luar Negeri Sebelum Berangkat

Sebelum memasukkan kartu ke ATM di Vietnam, buka aplikasi mobile banking Anda (mis. myBCA, Livin’ by Mandiri, BRImo, atau BNI Mobile Banking) dan pastikan opsi “Transaksi Debit Luar Negeri” sudah aktif. Sekaligus:

  • periksa limit harian kartu agar setara kebutuhan tarikan Anda;
  • pastikan PIN Anda ingat betul (jangan hanya mengandalkan biometrik di ponsel);
  • aktifkan notifikasi transaksi supaya setiap penarikan langsung terpantau.

6. Pilih Lokasi dan Waktu yang Aman

Mesin di pinggir jalan memang praktis, tetapi jangan mengorbankan keamanan:

  • Tarik uang pada siang atau sore hari, di mesin yang terang dan dekat keramaian—bukan di gang sepi saat malam.
  • Tutupi tangan saat mengetik PIN dan jangan pernah menerima bantuan orang tak dikenal, sekalipun ia mengaku petugas bank.
  • Periksa fisik mesin sebelum memasukkan kartu: goyangkan slot kartu, perhatikan apakah ada lapisan plastik tambahan di atasnya (indikasi skimmer), dan batal menggunakan mesin yang layarnya terasa aneh atau menampilkan tampilan tidak wajar.
  • Jangan tinggalkan kartu saat mesin meminta waktu. Kalau kartu tertelan, jangan panik dan jangan percaya siapa pun yang menawarkan “bantuan” untuk mengambilnya—hubungi bank pemilik mesin keesokan hari pada jam kerja.

7. Kenali Perilaku Mesin: Limit Lembar dan Kelipatan 50.000 VND

Sebagian mesin membatasi jumlah lembar yang keluar (misalnya 20–40 lembar) meski limit nominal bank lebih tinggi, sehingga tarikan 10 juta VND bisa diterima dalam lembar 500.000 VND saja. Selain itu, hampir semua mesin hanya melayani kelipatan 50.000 VND (kadang 100.000 VND) sehingga permintaan angka ganjil akan dibulatkan ke bawah. Lembaran besar seperti 500.000 VND sulit dipakai di warung kecil—pecahlah lebih dulu di minimarket (Circle K, WinMart, VinMart+), apotek, atau kafe besar.

8. Simpan Struk, Catat Saldo, dan Siapkan Kartu Cadangan

Praktik sederhana yang mencegah kepanikan:

  • Simpan struk setiap tarikan dan catat tanggal, nominal, serta biaya yang tertera.
  • Periksa notifikasi bank satu sampai dua hari setelah transaksi untuk memastikan tidak ada penarikan ganda atau biaya tak terduga (kalau ada, klaim dengan bukti struk).
  • Bawa minimal dua kartu dari bank berbeda dan simpan di tempat terpisah, sehingga satu kartu tertelan atau terblokir tidak menghentikan perjalanan Anda.
  • Simpan nomor hotline bank Anda di catatan offline (bukan hanya di ponsel) untuk keperluan blokir darurat.

9. Hindari Menarik Tunai dengan Kartu Kredit

Tarik tunai memakai kartu kredit (cash advance) terlihat sama mudahnya di layar ATM, tetapi biayanya jauh lebih berat: bunga harian berbunga sejak hari pertama, plus biaya penarikan, dan tanpa masa bebas bunga. Untuk kebutuhan harian di Vietnam, kartu debit tetap pilihan paling murah. Kartu kredit lebih baik dicadangkan untuk pembayaran hotel, restoran, atau tiket—bukan untuk mengambil dong tunai.

10. Siapkan Alternatif Selain ATM

Kalau mesin terus menolak kartu Anda (misalnya karena gangguan jaringan), masih ada beberapa jalan keluar:

  • Money changer resmi di kawasan wisata, seperti area Hà Trung di Hanoi, umumnya menerima rupiah dan dolar dengan kurs kompetitif—tetapi hitung ulang nominalnya sebelum meninggalkan loket.
  • Pembayaran kartu untuk hotel, restoran, kafe, dan toko besar di kota, sehingga kebutuhan tunai harian berkurang.
  • QR atau transfer lokal makin luas dipakai pedagang di kota besar; kalau Anda memakai aplikasi dompet digital yang mendukung QR lintas negara, ini bisa menjadi cadangan.

Ingat: money changer di bandara biasanya memberi kurs paling tidak menguntungkan. Tukar seperlunya untuk transportasi, lalu cari tempat lain di kota untuk jumlah yang lebih besar.


Checklist Sebelum Menekan Tombol Tarik Tunai

Gunakan daftar singkat ini setiap kali berdiri di depan mesin ATM di Vietnam:

  • ☐ Izin transaksi luar negeri sudah aktif di aplikasi mobile banking.
  • ☐ Limit harian kartu sudah mencukupi nominal yang akan ditarik.
  • ☐ Mesin berasal dari bank yang murah atau bebas biaya (prioritaskan VPBank atau MB Bank).
  • ☐ Mesin terlihat utuh, terang, dan tidak mencurigakan (cek slot kartu).
  • ☐ Sudah memilih “Without Conversion” / “Debit in VND” di layar.
  • ☐ Nominal yang diminta kelipatan 50.000 VND dan sesuai kebutuhan beberapa hari.
  • ☐ Ambil kartu, uang, dan struk sebelum meninggalkan mesin.
  • ☐ Hitung cepat nilai rupiahnya: buang tiga nol, kalikan 0,63.
  • ☐ Uang besar langsung dipecah di minimarket atau kafe terdekat.
  • ☐ Kartu cadangan tetap tersimpan aman di tas/koper.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa total biaya tarik tunai di ATM Vietnam untuk kartu debit Indonesia? Umumnya berkisar 3%–5% dari nilai tarikan. Komponennya: biaya mesin ATM lokal (0–60.000 VND), biaya admin bank Indonesia (Rp20.000–Rp25.000 per transaksi), dan margin kurs jaringan kartu (1%–3%). Memilih mesin bebas biaya lokal seperti VPBank atau MB Bank membuat totalnya turun mendekati 2%–3%.

Bank mana di Vietnam yang paling murah untuk menarik tunai? VPBank dan MB Bank paling sering dilaporkan bebas biaya mesin (0 VND) dengan limit yang cukup besar. Sacombank menguntungkan untuk tarikan nominal besar karena limitnya bisa mencapai 10.000.000 VND meski ada biaya mesin. Mesin berbiaya persentase seperti TPBank sebaiknya dihindari untuk tarikan besar.

Apakah kartu debit BCA, Mandiri, BRI, dan BNI bisa dipakai di ATM Vietnam? Bisa, selama kartu Anda berlogo Visa, Mastercard, JCB, atau UnionPay dan opsi transaksi debit luar negeri sudah diaktifkan di aplikasi mobile banking. Jaringan ATM Vietnam menerima kartu asing di hampir semua kota wisata, meski mesin di daerah terpencil kadang hanya melayani jaringan tertentu.

Berapa limit tarik tunai per transaksi di ATM Vietnam? Bervariasi mulai 2.000.000 VND hingga 10.000.000 VND per transaksi, tergantung bank pemilik mesin. Tersedia pula limit harian kartu dari bank Indonesia yang bisa jadi lebih rendah. Kalau tarikan Anda ditolak meski saldo cukup, penyebab paling umum adalah limit per transaksi mesin atau limit harian kartu.

Apa itu DCC dan kenapa harus ditolak? Dynamic Currency Conversion (DCC) adalah layanan ketika mesin ATM mengonversi transaksi ke rupiah memakai kurs internal mereka. Nilainya terlihat pasti, tetapi kursnya bisa 5%–10% lebih mahal daripada kurs jaringan kartu. Selalu pilih “Without Conversion” atau “Debit in VND” agar transaksi diproses dalam dong.

Lebih hemat tarik tunai di ATM atau tukar uang di money changer? Untuk kebutuhan harian, ATM biasanya lebih hemat karena kurs mengikuti jaringan kartu dan Anda tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar dari Indonesia. Money changer resmi di kota bisa menjadi alternatif saat mesin ATM menolak kartu—hindari menukar dalam jumlah besar di bandara karena kursnya paling rendah.

Apakah aman menarik uang di ATM pinggir jalan di Vietnam? Aman selama Anda memilih mesin di tempat terang dan ramai, menarik uang pada siang hingga sore hari, menutupi PIN, dan memeriksa fisik mesin dari indikasi skimmer. Untuk nominal besar, utamakan mesin yang menyatu dengan kantor cabang bank atau berada di dalam mal dan hotel.

Berapa uang tunai yang sebaiknya saya siapkan untuk perjalanan di Vietnam? Perkirakan 1.000.000–2.000.000 VND per orang per hari untuk makan di warung, kopi, ojek, tiket masuk, dan jajan pasar—sesuaikan dengan gaya perjalanan Anda. Simpan sebagian dalam lembaran kecil, dan tarik lagi saat saldo tinggal sekitar dua hari kebutuhan agar tidak perlu membawa terlalu banyak uang tunai sekaligus.

Apakah kartu saya perlu dilaporkan ke bank sebelum ke Vietnam? Tidak selalu wajib, tetapi mengaktifkan izin transaksi luar negeri dan memeriksa limit harian di aplikasi sangat disarankan. Beberapa bank juga menyediakan fitur travel notice di aplikasi; memakainya mengurangi risiko kartu diblokir otomatis oleh sistem keamanan saat transaksi pertama di luar negeri.

Bagaimana kalau kartu saya tertelan mesin ATM? Jangan meninggalkan lokasi sebelum mencatat nomor mesin, alamat, dan waktu kejadian, lalu hubungi hotline bank Indonesia untuk memblokir kartu dan mengajukan penggantian. Kalau mesin berada di kantor cabang, Anda bisa datang pada jam kerja berikutnya dengan membawa paspor dan identitas untuk menanyakan proses pengambilannya.


Penutup

Menarik tunai di Vietnam sebenarnya tidak rumit asalkan tiga hal ini dipegang: pilih mesin yang tepat (prioritaskan VPBank atau MB Bank), tarik dalam nominal besar sekali jalan agar biaya flat bank Indonesia terdistribusi optimal, dan selalu tolak konversi mata uang agar kurs Anda tidak dipotong diam-diam.

Sisanya adalah kebiasaan kecil yang menyelamatkan: kenali warna lembaran dong, hafalkan trik hitung nol, pecah uang besar di minimarket, dan simpan kartu cadangan di tempat terpisah. Dengan begitu, urusan uang tunai berubah dari sumber kecemasan menjadi sekadar rutinitas—dan energi Anda bisa dipakai sepenuhnya untuk menikmati perjalanan.

Setelah urusan uang beres, Anda bisa menyusun sisanya dengan lebih tenang. Mulailah dari panduan wisata Vietnam untuk gambaran seluruh destinasi, panduan wisata Hanoi untuk kawasan Kota Tua dan kulinernya, artikel Bus 86 Bandara Noi Bai ke Kota Tua Hanoi untuk transportasi murah dari bandara, antrean imigrasi Bandara Noi Bai untuk persiapan kedatangan, beli tiket bus di agen offline Hanoi untuk perjalanan antarkota, panduan makanan halal di Hanoi bila Anda mencari kuliner yang aman, catatan menginap di rumah pipa Old Quarter untuk memilih penginapan, serta berburu tiket Jakarta–Hanoi via Singapore Airlines untuk merencanakan penerbangannya.

Catatan editorial: komponen biaya, kisaran limit per tarikan, praktik konversi mata uang mesin, dan kebiasaan pembayaran tunai pada artikel ini dirangkum dari materi perjalanan di Vietnam (Hanoi, Kota Tua, dan rute Vietnam Utara) yang kami kumpulkan saat penulisan. Biaya mesin, limit, dan kebijakan bank dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan sistem masing-masing bank serta ketentuan bank penerbit kartu Anda. Verifikasi ulang melalui kanal resmi bank dan situs pariwisata resmi Vietnam sebelum berangkat.