Transportasi Untuk Wisata ke Pulau Boracay di Filipina

by Awan Yulianto, Travel Blogger Indonesia
Booking agoda tanpa kartu kredit? Klik disini

Liburan ke Boracay kali ini adalah satu perjalanan yang tidak saya rencanakan sebelumnya. Karena satu dan lain hal, destinasi liburan sebelumnya terpaksa dibatalkan. Tiba-tiba saya teringat dengan cerita salah seorang teman yang pernah kuliah di Filipina, menurutnya Boracay itu bagaikan pulau impian yang indah. Membuat saya yang suka sekali dengan pantai, jadi penasaran.

Dari Manila, perjalanan yang ditempuh adalah sekitar 315 km dan hanya memakan wa

Berbekal browsing, akhirnya saya memutuskan untuk merencanakan perjalanan ke pulau yang merupakan tujuan wisata paling populer di Filipina ini. Kalau Indonesia memiliki Pulau Bali, boleh dibilang Boracay ini bagai Bali-nya Filipina. Untuk ke Boracay memang tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta atau kota-kota besar lain di Indonesia, Anda harus menuju ke Manila dulu. Ini adalah jalur perjalanan yang paling singkat. Pilihan maskapai penerbangan yang langsung ke Manila dan juga sering memberikan harga promosi adalah Cebu Pacific Air. Jadwal keberangkatan dari Jakarta setelah tengah malam, pukul 00.30 dan akan mendarat di Ninoy Aquino International Airport pada pukul 05.30 pagi.

Transportasi Untuk Wisata ke Pulau Boracay di Filipina

Untuk melanjutkan ke Boracay, jangan lupa untuk memberikan jarak sekitar 4 jam dari jadwal Anda mendarat di Manila, untuk menghindari keterlambatan jika ada delay. Dengan Cebu Pacific, bisa memilih jadwal Manila – Boracay (Caticlan), pada pukul 09.35 atau 11.30 misalnya. Bisa juga Anda menggunakan AirAsia, dimana Anda akan terbang dulu ke Kuala Lumpur, dan dari situ lanjut terbang ke bandara Clark (Filipina). Sebagai catatan saja, jadwal penerbangan Cebu Pacific Air dari Clark ke Boracay sangat terbatas, dan tidak setiap hari. Jadi harus pastikan dulu jika Anda berencana mengambil rute ini. Pilihan lain dari Clark adalah dengan menggunakan Tiger Airways. Dimana nantinya Anda akan mendarat di bandara Kalibo (bukan Caticlan, seperti jika menggunakan Cebu Pacific), dari Kalibo harus menempuh jalan darat lagi sekitar hampir 2 jam perjalanan menuju Boracay, tentunya waktu tempuh jadi lebih lama.

Trip ini adalah pengalaman pertama saya terbang ke Filipina. Saatnya untuk memulai petualangan di negara baru, yang pastinya akan membawa pengalaman baru juga. Pada saat check-in di bandara Ninoy Aquino, ada beberapa kejadian yang lucu. Tiba-tiba saya baru melihat satu pengumuman bahwa kami tidak boleh membawa payung ke dalam pesawat (sepertinya saya belum pernah menemukan peraturan seperti ini di negara lain yang pernah saya kunjungi), yang ada saya dan teman langsung sibuk memasukkan payung kami ke kopor yang akan dimasukkan ke bagasi pesawat. Kemudian setelah menimbang barang bagasi, kami diharuskan menuju satu counter lagi untuk menimbang berat badan… hemm! Dan belakangan saya baru tahu kalau pesawat yang akan kami naiki adalah pesawat berbaling-baling, dan berat badan memang diperlukan untuk menentukan posisi tempat duduk, agar pesawat seimbang, tidak lebih berat di satu sisi.

Dari Manila, perjalanan yang ditempuh adalah sekitar 315, hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Begitu sudah mendekat ke tujuan, dari ketinggian kami bisa melihat sebentuk pulau hijau memanjang dengan pasir putih melingkarinya. Pemandangan yang sungguh menawan!

Karena baru pertama kali berkunjung ke pulau ini, dan tidak terbayang apakah sus

Bandar udara Godofredo P. Ramos (juga populer dengan nama Boracay Airport) berada di pulau seberang Boracay yang lebih besar, yaitu di daerah Caticlan. Bandara ini terbilang kecil dan sederhana. Bahkan untuk bagasi, kami mengambilnya tidak di bangunan utama, tapi di bagian samping dan nanti akan ditempatkan di atas satu meja panjang setelah diangkut oleh mobil pengangkut barang yang parkir di samping meja tersebut.

Dari Bandara kami masih harus ke pelabuhan untuk naik kapal motor menyeberang ke Boracay. Untuk menuju pelabuhan Caticlan Jetty Port, kita bisa memilih untuk jalan kaki sekitar 15 menit atau naik tricycle dengan membayar 50 Pesos (sekitar Rp. 10,000), tinggal beli tiket di loket yang tersedia dan nanti diserahkan kepada pengemudinya, jadi tidak perlu tawar menawar lagi. Praktis dan nyaman!

Laut di sekitar pelabuhan juga sudah membuat berdecak kagum, karena sangat benin

Pemandangan laut di sekitar pelabuhan pun sudah membuat berdecak kagum, karena sangat bening sehingga kami bisa melihat berbagai jenis ikan yang berenang di dalamnya. Untuk menyeberang ke pulau Boracay, kami naik perahu kayu bermotor yang bisa mengangkut sekitar 40 orang, dikenal dengan nama bancas. Selain membayar tiket perahu, untuk memasuki wilayah Boracay diwajibkan juga untuk membayar biaya retribusi environmental fee sebesar 75 Pesos (sekitar Rp. 15,000).

Sesampainya di Cagban Jetty Port, kita harus melanjutkan perjalanan dengan naik tricycle lagi, yang sebenarnya adalah sebuah motor dengan sambungan di sampingnya untuk mengangkut penumpang, agak mirip bajaj. Walaupun terlihat kecil, tapi sebuah tricycle ternyata bisa mengangkut total 6 orang. Biayanya antara 25 Pesos seorang jika jarak dekat, atau jika membawa kopor, kita harus menyewa satu tricycle dengan harga sekitar 150 Pesos.

Karena baru pertama kali berkunjung ke pulau ini, dan tidak terbayang apakah susah untuk menyeberang ke Boracay atau tidak, akhirnya saya memakai jasa penjemputan dari tempat penginapan. Salah satu staf hotel sudah menunggu kami di bandara di Caticlan.

Akhirnya sampai juga! Kami memasuki pulau yang bagai mutiara di tengah hamparan lautan nan biru, Boracay! Sebuah surga kecil di Filipina. Pada kesempatan berikutnya, saya akan ceritakan lebih lanjut tentang pengalaman jalan-jalan seru di Boracay.

Follow Line@ @travelawan ( termasuk @ ) untuk update harga tiket promo, hotel dan tour!

Leave a Reply