Monas Jakarta Pusat
Monas Jakarta Pusat: sejarah pembangunan, filosofi lingga-yoni, lidah api emas, museum di dalamnya, dan tips wisata Monumen Nasional.
Di halaman ini
Kalau berbicara tentang Jakarta, salah satu tempat yang paling dikenal tentu saja Monumen Nasional atau yang biasa kita sebut Monas. Monumen ini berada tepat di tengah kawasan Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, dan sudah menjadi salah satu landmark paling terkenal di Indonesia.
Monas memiliki tinggi sekitar 132 meter. Bangunan ini bukan sekadar ikon wisata Jakarta, tetapi juga monumen peringatan yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan dan merebut kemerdekaan.
Sejarah Pembangunan Monas
Kalau kita melihat sejarahnya, pembangunan Monas berawal dari gagasan Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Beliau menginginkan sebuah monumen nasional yang dapat menjadi simbol perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Monas dirancang oleh dua arsitek Indonesia, yaitu Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono. Pembangunannya dimulai pada 17 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-16.
Proses pembangunannya berlangsung selama beberapa tahap dan melewati masa pemerintahan dua presiden. Monas akhirnya resmi dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Filosofi Bentuk Bangunan Monas
Ada hal menarik dari bentuk bangunan Monas yang mungkin belum banyak diketahui. Desain monumen ini terinspirasi dari konsep lingga dan yoni yang dikenal dalam kebudayaan Hindu dan memiliki kaitan dengan simbol kesuburan.
Bagian tugu yang menjulang tinggi melambangkan lingga atau alu, sedangkan bagian cawan yang berada di bawahnya melambangkan yoni atau lesung. Kedua bentuk ini dipadukan menjadi satu kesatuan arsitektur.
Selain itu, beberapa ukuran bangunan Monas juga memiliki hubungan dengan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Di antaranya tinggi pelataran cawan 17 meter dan ukuran pelataran cawan 45 x 45 meter.
Lidah Api Emas di Puncak Monas
Salah satu bagian Monas yang paling mudah dikenali adalah lidah api berwarna emas di puncaknya. Struktur berbentuk nyala api ini terbuat dari perunggu dan dilapisi emas.
Tinggi lidah api tersebut sekitar 14 meter. Lapisan emasnya pada awal pembangunan memiliki berat sekitar 35 kilogram, kemudian ditambah hingga mencapai sekitar 50 kilogram.
Bentuk lidah api ini bukan sekadar hiasan. Api tersebut melambangkan semangat perjuangan bangsa Indonesia yang terus menyala dan tidak pernah padam.
Apa Saja yang Ada di Dalam Monas?
Ternyata Monas tidak hanya bisa dinikmati dari luar. Di dalam bangunannya terdapat beberapa bagian yang dapat dikunjungi wisatawan untuk mengenal sejarah Indonesia.
Di bagian dasar Monas terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Museum ini memiliki 51 diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa sejarah Nusantara, mulai dari masa prasejarah hingga masa Indonesia modern.
Kemudian ada Ruang Kemerdekaan yang berada di bagian dalam cawan Monas. Di ruangan ini terdapat sejumlah simbol kenegaraan, termasuk lambang Garuda Pancasila, peta wilayah Indonesia, dan rekaman suara Presiden Soekarno saat membacakan Proklamasi Kemerdekaan.
Bagian lain yang menjadi daya tarik utama adalah pelataran puncak Monas. Pelataran ini berada pada ketinggian sekitar 115 meter dan dapat dicapai menggunakan lift. Dari atas pelataran tersebut, kita bisa menikmati pemandangan Kota Jakarta dari berbagai arah, melihat kawasan pusat pemerintahan, gedung-gedung bertingkat, dan perkembangan kota dari ketinggian.
Monas Sebagai Destinasi Wisata Jakarta
Saat ini, Monas menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang penting di Jakarta. Lokasinya berada di kawasan Medan Merdeka, tidak jauh dari sejumlah bangunan pemerintahan dan tempat bersejarah lainnya. Selain mengunjungi museum dan pelataran puncak, wisatawan juga bisa menikmati kawasan taman dan ruang terbuka yang mengelilingi monumen ini.
Bagi saya, Monas menarik untuk dibahas karena bangunan ini menyimpan banyak informasi tentang sejarah Indonesia. Mulai dari gagasan pembangunannya pada masa Presiden Soekarno, filosofi arsitekturnya, hingga berbagai koleksi sejarah yang berada di dalamnya.
Jadi, ketika kita melihat Monas berdiri di tengah Kota Jakarta, sebenarnya kita sedang melihat salah satu simbol perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sudah menjadi bagian penting dari identitas ibu kota selama puluhan tahun. Kalau ingin menyusuri kawasan di sekitarnya, baca juga panduan wisata Jakarta Pusat, dan lihat sumber resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.