Wisata Thailand, Serunya ke Chokchai Farm, Khao Yai

Menikmati Sisi Thailand Yang Berbeda di Chokchai Farm, Khao Yai

Pertama kali saya mendapatkan brosur tentang Khao Yai dari kantor Tourism Authority of Thailand (TAT) di Jakarta, tidak terbayang sebelumnya kalau saya akan punya kesempatan jalan-jalan ke tempat ini bersama TAT yang mendukung promosi buku saya “Shortrip Bangkok – Pattaya”. Waktu itu pertama datang ke kantor TAT di gedung The Plaza, memang hanya iseng saja, karena saya bermaksud untuk menulis tentang kantor TAT Jakarta untuk blog saya.

Kami akan mengunjungi beberapa tempat wisata di Khao Yai, yaitu Chokchai Farm, G
(Chokchai Farm, tempat liburan seru untuk keluarga di Khao Yai)

Yang pertama menarik perhatian saya di brosur tentang Khao Yai ini memang foto sekumpulan sapi warna hitam putih yang bergerombol di sebuah padang rumput dengan latar belakang perbukitan. Pemandangan yang sangat berbeda dengan sisi-sisi Thailand yang saya tahu sebelumnya, bagai di Swiss saja. Makanya begitu saya mengajukan untuk kerjasama buku travel saya dan dari TAT menawarkan perjalanan Bangkok – Khao Yai (bukan Bangkok – Pattaya, seperti judul buku saya), saya langsung setuju. Penasaran ingin melihat Khao Yai dari dekat.

Yang pertama menarik perhatian saya di brosur tentang Khao Yai ini memang foto s
(Chokchai Farm yang jadi salah satu atraksi pariwisata di Khao Yai)

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga! Setelah dua hari penuh kami mengunjungi berbagai tempat wisata dan historis di Bangkok, tibalah saatnya untuk traveling ke Khao Yai. Rencana kami akan menginap semalam di sana, sebelum besok balik lagi ke Bangkok dan lanjut balik ke Jakarta. Kami akan mengunjungi beberapa tempat wisata di Khao Yai, yaitu Chokchai Farm, GranMonte Winery, shopping di Palio dan terakhir bermalam di tempat wisata ala cowboy, Thongsomboon Club.

Kami berangkat dari Bangkok jam 08.30 pagi, karena hari Minggu jadi diperkirakan tidak akan terlalu macet jalanan jika kita pergi agak siang. Keluar dari Bangkok jalan yang kami lalui bak jalan tol yang sangat mulus. Di kiri-kanan jalan memang tak banyak hal yang dapat kami lihat. Kami melewati daerah industri, beberapa rest area dan pompa bensin, hingga kami singgah di salah satunya untuk ke toilet. Setelah itu van kami terus melaju menjelajahi Pahonyothin Road, meninggalkan ibukota Thailand, menuju daerah Pak Chong.

Chokchai Farm berjarak sekitar 159 km dari ibukota Thailand, Bangkok
(Chokchai Farm berjarak sekitar 159 km dari Bangkok)

Chokchai Farm

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, sampailah kami di tujuan wisata pertama dalam rangkaian jalan-jalan ke Khao Yai ini, yaitu di Chokchai Farm. Peternakan yang punya motto “Live The Green Trend” ini, pintu masuk dan tempat pembelian tiketnya terletak di pinggir jalan raya. Jadi kita tidak perlu masuk jauh dulu, ini akan memudahkan bagi Anda yang bermaksud ke sini naik kendaraan umum.

Kami datang pada hari Minggu, jadi tour keliling tempat ini diadakan setiap 20 menit sekali. Ada 3 rangkaian kereta berbentuk wagon besar yang total bisa mengangkut lebih dari 100 orang, ditarik dengan sebuah traktor. Dengan kereta ini lah kami mengelilingi peternakan yang luasnya puluhan hektar, dipandu oleh tour guide yang menerangkan dalam bahasa Thailand! Hehehe… walaupun kami tidak mengerti sedikit pun tentang yang diterangkannya, tapi perjalanan keliling farm ini seru!

Kami datang pada hari Minggu, jadi tour keliling tempat ini diadakan setiap 20 m
(Tour keliling menaiki kereta wagon yang ditarik oleh sebuah traktor)

Setelah tour tersebut, pengunjung akan tiba di satu bangunan semi terbuka, dimana terdapat berbagai tempat permainan, kafe dan juga tempat untuk menyaksikan cowboy show. Pertunjukan sekitar 20 menit ini dimulai dengan narasi tentang kehidupan koboi, yang dilanjutkan dengan atraksi berkuda dari seorang koboi, permainan tali laso, atraksi dua orang koboi menangkap seekor sapi, dan ditutup dengan demonstrasi pengecapan huruf di tubuh sapi dengan menggunakan besi panas. Tapi di show ini pengecapannya tidak dilakukan langsung di tubuh sapi, melainkan di sebuah papan kayu.

Seorang koboi memainkan tali laso, salah satu pertunjukan di Chokchai Farm
(Seorang koboi memainkan tali laso di Chokchai)

Karena datang bersama TAT, maka rombongan kami kemudian mendapatkan tour khusus melihat Camp Farm Chokchai. Ini adalah area penginapan yang berbentuk tenda-tenda, bagai kita camping. Fasilitas di dalam tenda juga sangat nyaman, sementara untuk kamar mandi dan toilet ada di area tersendiri. Terbayang oleh saya kalau menginap di sini bersama keluarga atau teman-teman pasti seru! Sesuai dengan tujuan utama dari Chokchai Farm, yaitu mendekatkan kita dengan alam.

Karena datang bersama TAT, maka rombongan kami kemudian mendapatkan tour khusus
(Rombongan kami berpose dulu di depan Camp Farm Chokchai)
Terbayang oleh saya kalau menginap di sini bersama keluarga atau teman-teman pas
(Menginap di kemah yang ada Camp Farm Chokchai, seru!)
Fasilitas di dalam tenda juga sangat nyaman, sementara untuk kamar mandi dan toi
(Suasana di dalam tenda penginapan memiliki fasilitas seperti hotel)

Van kembali menjemput kami untuk menuju ke restoran yang populer di peternakan ini, yaitu Chokchai Steakhouse. Saat itu restoran sedang tidak ramai, sehingga kami bisa menikmati suasananya yang seperti di film-film koboi. Ada lampu-lampu gantung yang terbuat dari tanduk rusa, pernak-pernik bergaya western, dan juga pemandangan padang rumput yang luas di luar jendela. Pilihan menu siang itu sebagian besar memilih steak sapi, yang lainnya memesan steak salmon. Fotonya bisa dilihat di bawah ini ya…

Salmon Steak yang disajikan di Chokchai Steakhouse
(Salmon Steak yang lezat disajikan di Chokchai Steakhouse)

Selesai acara mengisi perut siang itu, kami diantar kembali dengan van melewati daerah peternakan yang luas dengan latar belakang perbukitan. Sapi-sapi berwarna hitam putih sibuk merumput, mengisi perut juga. Tujuan terakhir, kami dibawa ke tempat pemerahan sapi. Penasaran ingin tahu rasanya memerah susu sapi, beberapa di antara kami langsung siap-siap cuci tangan dan memakai sepatu boots karet, langsung menuju ke ekor dua sapi yang siang itu harus pasrah ‘dipakai’ untuk latihan memerah.

Prima, pemenang dari Majalah JalanJalan siap memerah sapi di Chokchai Farm
(Prima, pemenang dari Majalah JalanJalan siap memerah susu sapi)

Letak tempat pemerahan sapi ini persis di samping tempat kami naik kereta wagon saat pertama datang ke Chokchai Farm. Kami sempat berfoto juga di depan pabrik pengolahan susu dan es krim yang ada di sebelahnya, kemudian menuju ke bagian depan dimana terdapat loket pembelian tiket masuk tadi. Di bangunan ini juga terdapat souvenir shop yang menarik. Mulai dari gantungan kunci, baju kaos, topi koboi dan berbagai pernak-pernik lucu yang pas untuk dijadikan oleh-oleh atau pajangan di rumah.

Tour Chokchai Farm pun tuntas. Satu hal yang dapat di contoh dari Chokchai Farm adalah keseriusan mereka membangun dan mengelola tempat ini. Peternakan yang umumnya terlihat biasa saja, bisa disulap menjadi tempat wisata yang menarik. Karena di sini kita bisa melihat langsung proses sapi itu diternakkan, diambil susunya, sampai diproses menjadi berbagai produk yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Belum lagi dengan dibangunnya tempat penginapan berkonsep dan atraksi koboi yang jadi daya tarik utamanya.

Jangan lupa untuk singgah dan berwisata ke Chokchai Farm saat Anda berkunjung ke Bangkok nanti!

Jadwal Tour Chokchai Farm

Senin – Jumat: Jadwal tetap 10.00 dan 14.00 (Jika pengunjung ramai, tour juga akan diadakan antara 09:00-11:40 dan 13:00-15:40)
Sabtu, Minggu dan hari libur: 09:00-11:40 dan 13:00-15:40 (Tiap 20 menit)
* Hari Senin tidak ada tour, kecuali jika hari libur

Harga tiket: 300 baht (dewasa) dan 150 baht (anak-anak)

Alamat: K.M. 159-160 Moo 2 Friendship Highway, Nongnamdang
Pak Chong, Nakhon Ratchasima, Thailand 30130
Tel: +66 44 328 485
Email: info[@]farmchokchai.com
Website: farmchokchai.com

Leave a Reply