Wisata Taipei, Berburu Jajanan di Shilin Night Market

by Awan Yulianto, Travel Blogger Indonesia

Rasanya belum lengkap acara jalan-jalan ke Taipei, kalau belum berkunjung ke Shilin Night Market. Boleh dibilang ini lah pasar malam atau night market yang terbesar di Taiwan. Tidak hanya menempati satu atau dua lorong saja, tapi sebuah area yang sangat besar. Untuk menuju ke Shilin pun sangat mudah, tinggal naik MRT menuju ke Jian Tan Station, yang merupakan satu stasiun setelah Shilin Station. Jian Tan berada di Tamsui Line (jalur warna merah).

Rasanya belum lengkap acara jalan-jalan ke Taipei, kalau belum berkunjung ke <st

Begitu turun dari kereta pun, sudah ada petunjuk untuk jalan keluar menuju ke Shilin Night Market. Dari stasiun ini, kita hanya perlu jalan kaki beberapa menit dan menyeberangi jalan. Shilin ada yang terletak di dalam satu area yang permanen dan di sisi lain juga banyak penjaja yang memjual dagangannya di gerobak-gerobak.

Begitu memasuki kawasan night market ini, langsung terasa perbedaannya dengan beberapa night markets yang telah saya kunjungi selama di Taiwan. Di salah satu jalan yang dipadati oleh pengunjung –kebetulan saya datang di akhir pekan– di kiri-kanannya memang sudah ada seperti toko-toko permanen yang menjual berbagai macam pernak-pernik, terutama busana, sepatu, aksesoris, dan banyak lagi.

Sementara di bagian tengah jalan ini pun ada gelaran dari para pedagang, maupun gerobak jajanan yang menjual berbagai makanan menarik, seperti cumi panggang, sosis dengan berbagai bentuk dan ukuran (sayangnya tidak halal), sup kerang, Hot Star – gerai ayam goreng super besar dengan antrian panjang, dan tentu saja salah satu snack favorit Taiwan, yaitu stinky tofu. Si ‘tahu bau’ ini memang mengeluarkan aroma yang tajam, namun setelah digoreng kering, rasanya sangat nikmat dan bau tersebut lenyap tidak bersisa.

Sementara di bagian tengah jalan ini pun ada gelaran dari para pedagang, maupun

Kalau soal minuman, favorit saya adalah Qing Cau Herbal Tea yang dijual sekitar NT$30 (sekitar Rp.10.000), dan air tebu, dengan harga sekitar NT$35-50 (Rp.11.500-16.500) per gelas atau botol. Air tebu ini serasa bisa menghilangkan dehidrasi setelah berputar-putar di night market yang super luas ini. Ada lagi minuman yang banyak di jual di berbagai penjuru Shilin, yaitu Egg Frog atau ‘telur kodok’. Ini tentunya hanya istilah saja untuk minuman yang terbuat dari berbagai bahan, diantaranya susu dan kacang merah. Yang ada, malam itu saya hanya ingin mengisi perut dengan jajanan saja… jajan tapi banyak! Tidak mau rugi, selagi di Shilin.

Shilin Night Market bukan hanya menjadi favorit para wisatawan yang datang ke Taipei, tapi juga di kalangan masyarakat lokal. Para anak muda Taipei biasanya hobi menikmati milk tea yang memang populer sekali di Taiwan, sambil duduk-duduk dan bercengkrama di satu area di seberang Shilin. Biasanya yang menjadi incaran utama adalah makanan, tidak heran di Jakarta pun ada gerai snack di mall yang menggunakan nama Shilin.

Tapi selain itu jika Anda menemukan barang atau pernak-pernik yang disuka, ya jadinya sekalian belanja. Asal mahir menawar, tidak masalah. Toh belanja di night markets memang ada seninya tersendiri, dan tentunya akan mendatangkan kepuasan berbeda. Jadi di saat Anda berkunjung ke Taipei, jangan sampai lupa untuk melewati salah satu malam di Shilin Night Market.

Follow [email protected] @travelawan ( termasuk @ ) untuk update harga tiket promo, hotel dan tour!


Tinggalkan Komentar